Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Kasus Spesial Waduk Jatiluhur

    Rekam Jejak di Ponsel Ungkap Aktivitas Terakhir Satpam Sumarna yang Tewas di Waduk Jatiluhur - Tribunnews

    8 min read

     

    TikTok//Kompas A-A+ SATPAM TEWAS TERBORGOL - Sumarna satpam di Waduk Jatiluhur ditemukan tewas terborgol pada Jumat (24/7/2026), sempat kirim chat terakhir ke istri 
    Ringkasan Berita:
    • Polda Jawa Barat menyelidiki kasus kematian satpam bernama Sumarna di Waduk Jatiluhur
    • Polisi menggunakan data aktivitas ponsel untuk melacak mobilisasi terakhir korban
    • Ditemukan fakta bahwa borgol pada jasad korban bukan merupakan milik pribadi korban

    TRIBUNSTYLE.COM - Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan ungkap penemuan terbaru terkait kasus tewasnya satpam Sumarna di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

    Dikutip dari YouTube Metro TV pada Kamis (30/7/2026), Hendra mengungkap aktivitas di ponsel bisa digunakan polisi untuk mendeteksi kegiatan terakhir korban sebelum meninggal.

    "Kita ketahui dari telepon seluler (korban) ini kami bisa mendeteksi beberapa kejadian dan beberapa mobilisasi korban ini," kata Hendra.

    Aktivitas terakhir korban yang diselidiki polisi bermula dari tanggal 23 Juli 2026.

    Sore hari, korban diketahui keluar dari pos jaga lalu pulang ke rumah pada pukul 17.00 WIB.

    "Pulang ke rumah dan istirahat tidur sampai pukul 19.20. Kemudian pada pukul 20.00 malam bersangkutan berangkat untuk bekerja," kata Hendra.

    Baca juga: Dedi Mulyadi Jadikan Putri Satpam Waduk Jatiluhur Sebagai Anak Asuh, Jamin Pendidikan Hingga Dewasa

    Rekomendasi Untuk Anda

    Sumarna datang lagi ke pos untuk berangkat kerja pada pukul 20.00 malam.

    SATPAM TEWAS TERBORGOL - Sumarna satpam di Waduk Jatiluhur ditemukan tewas terborgol pada Jumat (24/7/2026), sempat kirim chat terakhir ke istri
    SATPAM TEWAS TERBORGOL - Sumarna satpam di Waduk Jatiluhur ditemukan tewas terborgol pada Jumat (24/7/2026), sempat kirim chat terakhir ke istri (TikTok//Kompas)

    Kemudian pukul 21.00 malam ada saksi yang mengatakan bahwa pada pukul 21.00 tersebut korban keluar dari pos. 

    Istri dan anak korban sempat datang mengunjungi pos tempatnya bertugas karena lokasi rumah mereka hanya berjarak sekitar 100 meter.

    Hingga pukul 23.00 WIB, korban belum juga kembali ke pos. 

    Kondisi tersebut juga dipastikan oleh anggota Linmas yang melakukan pengecekan sekitar pukul 23.30 WIB dan mendapati korban masih belum berada di lokasi.

    Korban diperkirakan baru kembali ke pos sekitar pukul 02.00 WIB pada 24 Juli 2026. 

    Berdasarkan hasil penelusuran, sinyal ponsel korban juga terhenti atau tidak lagi aktif pada waktu yang hampir bersamaan.

    "Nah, kemudian telepon seluler itu tidak aktif lagi sekira pukul 02.00 lebih ya. Nah, di sinilah kita duga bahwa kejadian itu (pembunuhan) kurang lebih sekitar itu sampai pukul 05.00," katanya.

    "Mungkin demikian yang bisa kita sampaikan dari fakta-fakta yang kita temukan dari pendalaman dari para penyidik dan juga dari telepon seluler," kata Hendra.

    Sampai saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. 

    Penyidik juga belum mengambil kesimpulan apakah kasus tersebut merupakan pembunuhan yang telah direncanakan atau tidak.

    "Kita akan dalami lagi kalau untuk pembunuhan bencana atau tidaknya," kata Hendra.

    Baca juga: Santunan ke Anak Satpam Lebih Rendah dari Anak Maling, Dedi Mulyadi Bantah Pilih Kasih, Ada 3 Alasan

    Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa borgol yang terpasang di tangan korban saat jasadnya ditemukan di Waduk Jatiluhur bukan merupakan borgol milik korban. 

    Borgol yang biasa digunakan korban justru ditemukan masih lengkap beserta kuncinya di dalam saku celananya.

    SATPAM TEWAS TERBORGOL - Sumarna, satpam yang tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta
    SATPAM TEWAS TERBORGOL - Sumarna, satpam yang tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta (Tangkapan layar X/@SudutTakKasatMata)

    "Tapi faktanya seperti itu. Itu borgol bukan miliknya dia (korban), karena borgol yang bersangkutan kunci maupun borgolnya masih ada di saku celananya ya. Kemudian untuk alokasi waktu tadi itu ya kita temukan fakta dari perkembangan penggunaan telepon seluler," kata Hendra.

    Hasil penelusuran terhadap aktivitas ponsel korban juga menunjukkan bahwa selama bertugas korban lebih sering memanfaatkan jaringan WiFi di sekitar lokasi kerjanya dibandingkan menggunakan kuota internet pribadi.

    "Karena yang bersangkutan ini dalam penggunaan telepon seluler hampir sama sekali tidak menggunakan kuota yang bersangkutan, tetapi menggunakan Wi-Fi yang ada di sekitar lokasi di mana dia bekerja," ungkapnya.

    Timeline Kasus Tewasnya Satpam Sumarna di Waduk Jatiluhur

    • 23 Juli 2026, sore hari
      Sumarna keluar dari pos jaga dan pulang ke rumah.
    • 17.00 WIB
      Korban tiba di rumah dan beristirahat hingga malam.
    • 19.20 WIB
      Waktu istirahat korban berakhir.
    • 20.00 WIB
      Korban berangkat dari rumah menuju pos untuk mulai bekerja.
    • 21.00 WIB
      Seorang saksi melihat korban keluar dari pos jaga. Pada malam yang sama, istri dan anak korban sempat datang ke pos karena rumah mereka berjarak sekitar 100 meter.
    • 23.00 WIB
      Korban belum kembali ke pos jaga.
    • 23.30 WIB
      Anggota Linmas melakukan pengecekan dan memastikan korban masih belum kembali ke pos.
    • 24 Juli 2026, sekitar 02.00 WIB
      Korban diperkirakan kembali ke pos. Pada waktu yang hampir bersamaan, ponsel korban terdeteksi tidak aktif.
    • Sekitar 02.00–05.00 WIB
      Berdasarkan analisis aktivitas ponsel, polisi menduga pembunuhan terjadi dalam rentang waktu tersebut.

    (Tribun Style/Tribun Bogor/Naufal Fauzy)

    Komentar
    Additional JS