Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Korea Selatan Korea Utara Prabowo Subianto Spesial

    Respons Korea Selatan soal Presiden Prabowo Siap ke Korea Utara untuk Buka Dialog - Kompas

    6 min read

     

    KOMPAS.com - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara jika diminta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat mengumpulkan Kadin dan asosiasi pengusaha se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

    Dikutip dari Kompas.com, Prabowo mengungkapkan, Presiden Lee Jae Myung sebelumnya telah menanyakan kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara dalam rangka membuka ruang dialog dengan Pyongyang.

    Baca juga: Diminta Presiden Korsel Pergi ke Korea Utara, Prabowo: Saya Akan Berangkat...

    "Kunjungan saya terakhir di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korsel minta kepada saya, 'bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara, untuk membuka semacam dialog'. Oh saya bilang, 'dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat'," ujar Prabowo.

    Kenapa Prabowo Diminta Presiden Korsel ke Korea Utara?

    Presiden mengatakan, Indonesia memang menghormati semua kekuatan, baik itu dengan AS, China, Rusia, Jepang, India, hingga Australia.

    "Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis. Tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik," ucapnya.

    Baca juga: Prabowo Jamu 50 Pengusaha Besar AS, Tebar Janji untuk Gaet Investasi hingga Optimisme Investor

    Menurutnya, hubungan baik inilah yang membuat Indonesia bisa diterima di mana-mana.

    "Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur urusan dalam negeri manapun," ucap Presiden.

    Respons Korea Selatan

    Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, kantor Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan, Seoul memandang Indonesia dan negara-negara lain yang memiliki hubungan baik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara dapat memainkan peran konstruktif dalam mendorong terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea.

    Baca juga: Kata AS Usai Presiden Yoon Suk Yeol Akan Cabut Darurat Militer Korea Selatan

    Sebagaimana dilansir Kantor berita Reuters, Jumat, Kantor Presiden Lee juga mengatakan Korea Selatan terus mencari berbagai cara untuk bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan kedua Korea.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Seoul membuka peluang bagi negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan kedua pihak untuk berkontribusi dalam upaya menciptakan perdamaian dan mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

    Reuters pun menyinggung, Indonesia sendiri selama ini dikenal menerapkan politik luar negeri bebas aktif dan memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara.

    Baca juga: [POPULER GLOBAL] Adik Kim Jong Un Semprot ASEAN | Alasan Trump Tunda Serang Iran

    Posisi tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi Jakarta untuk mengambil peran dalam mendorong komunikasi antara Seoul dan Pyongyang.

    Prabowo siap jadi mediator

    Kesediaan Prabowo untuk mengunjungi Korea Utara bukan kali pertama dirinya menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mediator dalam konflik atau ketegangan internasional.

    Pada Maret 2026, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Prabowo bersedia menjadi mediator dalam konflik Iran.

    Baca juga: Netanyahu Temui Trump di Gedung Putih, Iran hingga Gaza Jadi Taruhan

    Langkah tersebut disebut sebagai upaya untuk membantu mendinginkan situasi dan meredakan eskalasi ketegangan di kawasan.

    Dalam pertemuan pada April 2026, Prabowo dan Lee Jae Myung juga membahas sejumlah isu, termasuk keamanan energi.

    Menurut Reuters, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk pertahanan.

    Baca juga: Iran Ancam Balas Ukraina Usai Serangan di Laut Kaspia, Zelensky Ngamuk

    Sementara itu, Presiden Lee Jae Myung diketahui berupaya meredakan ketegangan dengan Korea Utara sejak menjabat. Pemerintahannya telah berulang kali membuka ruang untuk dialog dengan Pyongyang.

    Tetapi, upaya tersebut sejauh ini belum mendapat respons positif dari Korea Utara. Pyongyang bahkan sebelumnya menyebut Korea Selatan sebagai "negara bermusuhan" pada 2024.

    Di tengah hubungan yang masih tegang antara kedua Korea, kesiapan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Korea Utara dapat membuka peluang baru bagi Indonesia untuk mengambil peran diplomatik dalam mendorong dialog di Semenanjung Korea.

    Baca juga: Zelensky Mengadu pada Trump, Sebut Putin Bantu Iran Serang Pangkalan AS

    Meski demikian, belum ada informasi mengenai rencana atau jadwal kunjungan Prabowo ke Korea Utara.

    Pernyataan Prabowo sejauh ini disampaikan sebagai bentuk kesediaan apabila Korea Selatan secara resmi meminta Indonesia untuk mengambil peran tersebut.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS