Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Rumah Warga Rusak Imbas Gempa NTT Tembus 11.925 Unit - Kompas

    4 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 11.925 rumah warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat bencana gempa berdasarkan data per 19 Agustus 2026.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, data tersebut perlu dibedakan berdasarkan tingkat kerusakan ringan, sedang, dan berat.

    Baca juga: Seluruh Sistem Penyediaan Air Minum NTT Rusak, Pemerintah Mobilisasi Tangki

    Data yang akurat diperlukan agar penanganan rumah terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

    "Terkait bencana di NTT kami jajaran Kementerian PKP turut berdukacita dan siap mensupport NTT untuk penanganan yang cepat dan tepat terkait rumah yang terdampak," ujar Maruarar, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (21/08/2026).

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Krisis Air Bersih

    Seluruh sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terdampak gempa bumi di NTT rusak.

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, akibatnya, seluruh warga terdampak bencana mengeluhkan kekurangan air bersih.

    "Sementara waktu kita pakai tangki-tangki air, kita masukin ke hidran-hidran utama untuk nyuplai. Nanti kemudian kita mikirin bagaimana sanitasi bisa terlayani," kata Dody di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/08/2026).

    Baca juga: Tanggap Darurat Gempa NTT Butuh Anggaran Rp 100 Miliar

    Sementara untuk sanitasi, Kementerian PU tengah mendorong pengadaan toilet mobile untuk warga terdampak.

    "Sementara ini saya lihat belum ada mobil toilet segala macam, tapi ini kita lagi push toilet mobil segala macam segera meluncur," ujarnya.

    Butuh Rp 100 Miliar untuk Tanggap Darurat

    Kebutuhan anggaran untuk tanggap darurat bencana gempa bumi yang melanda NTT mencapai angka Rp 109,78 miliar.

    Usulan total anggaran untuk infrastruktur terdampak dan penanganan darurat bencana NTT mencapai Rp 906,46 miliar.

    Angka tersebut terdiri dari usulan anggaran tanggap darurat Rp 109,78 miliar dan usulan anggaran rehabilitasi-rekonstruksi sebesar Rp 796,68 miliar.

    Baca juga: AHY Instruksikan Dody Bebaskan Daerah Terisolir akibat Gempa NTT

    Dody mengatakan, anggaran tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi pasca gempa NTT akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PU tahun 2026.

    "Kalau tanggap darurat tuh anggarannya sebetulnya itu ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tapi kan BNPB juga lagi kesulitan jadi sementara waktu karena kan mesti kerja cepat, sementara waktu saya ambil dari uang saya sendiri (APBN Kementerian PU)," kata Dody.

    Dody mengatakan, anggaran untuk penanganan darurat tersebut akan direalokasi dari sejumlah proyek di lingkungan Kementerian PU.

    "Semua, semua dari proyek-proyek yang terkait. Bina Marga, Cipta Karya, semua-semua dari proyek strategis semua," kata Dody.

    Namun, berbeda dengan paparan, Dody mengatakan bahwa Kementerian PU juga menyiapkan sekitar Rp 610 miliar untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di NTT.

    "Kita anggarkan Rp 610-an miliar untuk rehab-rekon. Tapi nanti ya," ucapnya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Media Asing Soroti Indonesia, Rayakan HUT RI di Tengah Duka Gempa NTT

    Komentar
    Additional JS