Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial Tekno

    Usai Gempa NTT, Warga di Manggarai Timur Harus Jalan 2 Km ke Gunung demi Cari Sinyal - Kompas

    5 min read

     


    MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com - Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengganggu akses komunikasi warga.

    Kondisi tersebut membuat sejumlah warga yang berada di perantauan kesulitan menghubungi keluarga di kampung halaman. Mereka diliputi kecemasan karena tidak dapat segera memastikan kondisi orang tua, saudara, maupun keluarga setelah gempa NTT.

    Salah satunya dialami Pankrasius Alkiam Kolaret atau Aris, warga Kampung Nasaret, Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, yang kini sedang menempuh pendidikan di Malang, Jawa Timur.

    Aris mengaku sangat kesulitan menghubungi keluarganya setelah gempa. Ia baru dapat berkomunikasi dengan keluarga pada malam hari, itu pun dengan kondisi jaringan yang tidak stabil.

    Gempa NTT Hancurkan Masjid dan Gereja, Tangis Warga Pecah di Manggarai Timur

    “Saat gempa kami mau hubungi keluarga tidak bisa. Kami khawatir sampai malam hari baru bisa ada kontak, itu pun sinyal susah sekali. Keluarga mengaku habis gempa mereka harus mencari sinyal dengan berjalan kaki ke gunung sejauh dua kilometer,” ujarnya, Selasa (18/8/2026), dilansir TribunFlores.

    Baca juga: Update Dampak Gempa NTT, 19.297 Rumah Rusak di 8 Kabupaten

    Warga harus jalan 2 kilometer cari sinyal

    Menurut Aris, kondisi jaringan komunikasi di Kampung Nasaret masih belum pulih. Keluarganya bahkan harus naik ke wilayah yang lebih tinggi hanya untuk mendapatkan jaringan telekomunikasi.

    Dari lokasi tersebut, keluarga Aris juga berupaya mengirimkan foto dan video kondisi mereka di tempat pengungsian.

    “Sekarang pun sama, mereka mau kirim foto dan video di tempat pengungsian harus naik gunung. Kadang sudah sampai gunung sinyal tidak ada. Kadang di kampung sinyal tiba-tiba ada. Susah sekali sinyal di kampung kami,” ungkapnya.

    Lanjut Aris, sebelum gempa NTT terjadi, jaringan komunikasi di Kampung Nasaret masih cukup baik. Namun setelah gempa, kondisi berubah drastis.

    Baca juga: Kantor Bupati Sikka Rusak Berat akibat Gempa, Bupati dan Wakil Bupati Berkantor di Posko Darurat

    Selain jaringan telekomunikasi terganggu, listrik di wilayah tersebut juga padam.

    “Saya di tanah rantau hanya ingin memastikan keluarga aman. Maka itu selalu telepon dari pagi sampai malam. Mau telepon, tapi keluarga bilang sinyal tidak ada. Padahal sebelum gempa sinyal sangat baik. Saya harap akses komunikasi di Kampung Nasaret bisa cepat pulih,” terangnya.

    Listrik dan akses jalan juga terganggu

    Gangguan pascagempa tidak hanya dirasakan pada jaringan komunikasi. Akses listrik dan jalan menuju wilayah tersebut juga mengalami gangguan.

    “Listrik padam saat gempa, sekarang juga belum menyala,” ucapnya.

    Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar daerah maupun mendapatkan informasi terbaru mengenai penanganan pascagempa.

    Sebagai anak rantau, Aris mengaku terus diliputi kecemasan karena gempa susulan masih terjadi. Terlebih, keluarganya bersama warga lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian di kebun warga yang berada di kawasan perbukitan.

    Baca juga: Bantuan Gempa Belum Merata, Posko Nagekeo Prioritaskan Kelompok Rentan

    Keluarga masih bertahan di pengungsian

    Aris mengatakan, keluarganya belum dapat kembali ke rumah karena bangunan tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat gempa.

    “Semua masih di tenda pengungsian. Mau kembali ke kampung, rumah sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

    Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera memulihkan jaringan komunikasi, listrik, serta akses jalan di wilayah terdampak gempa NTT.

    Menurutnya, pemulihan akses tersebut penting agar warga lebih mudah mendapatkan bantuan sekaligus berkomunikasi dengan keluarga mereka yang berada di luar daerah.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Update Terbaru Gempa NTT: 53 Orang Meninggal, 135 Warga Luka-luka

    Komentar
    Additional JS