Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lamba Leda Utara Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Usai Viral Protes Penyaluran Bantuan Gempa NTT, Camat Lamba Leda Utara Mengundurkan Diri - Viva

    6 min read


    Camat Lamba Leda Utara Manggarai Timur, Agustinus (kanan)

    VIVA –Camat Lemba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Supratman menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatannya. Agustinus menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran diri secara resmi kepada Bupati Manggarai Timur per tanggal 23 Agustus 2026 lalu. 

    Baca Juga

    "Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan satu informasi penting agar tidak terjadi simpang siur informasi di luar sana bahwa terhitung tanggal 23 Agustus 2026 saya Agustinus Supratman telah menyatakan diri melalui surat resmi kepada Bupati Manggarai Timur mengundurkan diri dari jabatan Camat Lamba Leda Utara. Sekali lagi saya sampaikan terhitung tanggal 23 Agustus 2026 saya telah mengundurkan diri dari jabatan camat Lamba Leda Utara kabupaten Manggarai Timur provinsi Nusa Tenggara Timur,"kata dia dalam sebuah video yang dikutip dari akun Instagram Jakarta.global.city, Jumat 28 Agustus 2026.

    Agustinus mengakui keputusannya tersebut dinilai kurang tepat di tengah musibah yang sedang melanda NTT. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil demi kebaikan bersama dan kepentingan masyarakat Lamba Leda Utara yang lebih besar.

    Baca Juga

    "Keputusan ini memang tidak elok di tengah situasi seperti ini. Namun keputusan ini harus diambil untuk kebaikan bersama dan untuk kepentingan Lamba Leda Utara yang lebih besar," kata dia. 

    Dijelaskannya juga bahwa keputusan ini dibuatnya tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

    Baca Juga

    "Keputusan ini tanpa tekanan, sekali lagi keputusan tanpa tekanan. Keputusan ini murni keputusan keluarga kecil kami sendiri untuk kebaikan bersama dan untuk kepentingan Lamba Leda Utara yang lebih besaer," kata dia.

    Meski mengundurkan diri dari jabatan camat, Agustinus menyatakan tetap akan membantu masyarakat Lambaleda Utara, khususnya warga yang terdampak gempa. Ia mengatakan akan terlibat dalam penanganan bencana melalui jalur relawan.

    Sebelumnya viral di media sosial, video Camat Lamba Leda Utara Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Supratman mendadak jadi sorotan pengguna media sosial. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, dirinya sempat meluapkan emosinya kepada seorang pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Agustinus meluapkan amarahnya lantaran jumlah bantuan untuk korban gempa yang diterima posko logistik tidak sebanyak yang dilaporkan pejabat tersebut kepada pihak lain.

    "Pak bilang bantuan banyak sekali kasih turun di sini. Saya tersinggung sekali, saya tidak suka. Saya rasanya ditekan, saya harus bagi ke 11 desa bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju caranya. Semua desa protes ke saya, semua teriak pak. Saya bagi ke-11 desa tapi saya rasa tertekan sekali, saya beban sekali," kata Agustinus dikutip dari akun Instagram @jakarta.global, Sabtu 22 Agustus 2026. 

    Agustinus mengaku begitu tertekan karena harus membagi bantuan ke 11 desa dengan adil. Dia juga menyebut warga dari sejumlah desa terus mempertanyakan distribusi bantuan kepadanya.

    "Pak supaya orang dengar di sana, banyak bantuan di sini. Mana pak? Ini pak punya bantuan ini? 21.721 jiwa harus dibagi rata. Saya buat begitu. Bapak jangan lari, saya tidak suka, saya ditekan. Saya bagi rata 11 desa, saya stress. Saya tidak kuat lagi, harus urus masyarakat. Saya tidak tahan," kata dia.

    Menyusul dengan insiden tersebut, beberapa hari lalu sang camat juga menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak BNPB.

    "Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Deden, BNPB, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, dan semua pihak yang terdampak atas kejadian maupun informasi yang berkembang," kata Agustinus dari Manggarai Timur, Kamis 27 Agustus 2026.

    Dalam klarifikasinya, Agustinus menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi berkaitan dengan kondisi bantuan yang saat itu baru tersedia di tingkat kecamatan, sementara bantuan untuk wilayah Kabupaten Manggarai Timur secara keseluruhan masih dalam proses distribusi.

    Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dipaksa untuk menyampaikan klarifikasi. Keputusan untuk meluruskan informasi yang berkembang tersebut dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

    Sementara itu, Inspektur III BNPB Kombes Pol Deden Nurhidayatullah mengatakan pihaknya menerima permintaan maaf Camat Lamba Leda Utara dengan tulus.

    "Permintaan maaf tersebut kami terima dengan tulus dan ikhlas. Bagi kami, yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama kembali fokus membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana," ujar Deden.

    Ia mengatakan kondisi bencana merupakan situasi penuh tekanan bagi pemerintah, petugas lapangan maupun masyarakat sehingga perbedaan persepsi yang muncul di lapangan perlu diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi.

    "Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, semua orang berada dalam kondisi yang tidak mudah. Yang terpenting adalah kita dapat saling memahami, memperbaiki komunikasi, dan kembali bekerja untuk masyarakat," katanya.

    Deden menjelaskan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur terus dikirimkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi akses menuju sejumlah wilayah.

    Menurut dia, proses distribusi menghadapi sejumlah kendala teknis, termasuk akses transportasi ke beberapa lokasi sehingga bantuan yang tersedia di tingkat kabupaten tidak selalu dapat langsung diterima seluruh kecamatan pada waktu yang sama.

    Danareksa bantu korban bencana NTT.

    7 Kawasan Industri Ekosistem Holding Danareksa Kirim 9,5 Ton Beras hingga Makanan Jadi ke Warga Terdampak Gempa NTT

    PT Danareksa bersama tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra menghimpun bantuan senilai Rp423 juta bagi masyarakat terdampak gempa NTT.

    img_title

    VIVA.co.id

    29 Agustus 2026

    Komentar
    Additional JS