Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gunung Merapi Lintas Peristiwa Merapi Spesial

    Vegetasi Lereng Merapi Terbakar Seusai Diterjang Awan Panas - Beritasatu

    3 min read

     

    Awan panas guguran Gunung Merapi memicu kebakaran vegetasi di kawasan TNGM, Sabtu 30 Agustus 2026. (Beritasatu.com/ESDM)

    Sleman, Beritasatu.com - Awan panas guguran Gunung Merapi yang meluncur sekitar 2 kilometer pada Jumat (28/8/2026) malam menyebabkan sebagian vegetasi di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terbakar. Petugas meningkatkan pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.

    Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Heri Wibowo mengatakan awan panas guguran terjadi sekitar pukul 21.22 WIB dan mengarah ke barat daya atau menuju hulu Kali Sat/Kali Putih.

    "Berdasarkan pantauan kamera pemantau aktivitas vulkanik BPPTKG, pada Jumat (28/8/2026) pukul 21.22 WIB terjadi awan panas guguran Gunung Merapi dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter ke barat daya," kata Heri dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

    Menurut Heri, luncuran awan panas mencapai batas vegetasi dan mengakibatkan sebagian tanaman terbakar. Meski demikian, berdasarkan pemantauan petugas Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam, kobaran api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

    Petugas kembali menerima laporan masyarakat pada Sabtu pagi mengenai adanya kebakaran di kawasan Babadan, sisi barat laut Merapi.

    Tim kemudian memeriksa sejumlah lokasi dan menemukan kepulan asap. Setelah pengecekan dilakukan di sekitar titik tersebut, petugas memastikan api sudah padam.

    Heri mengatakan pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran hutan baru.

    Hingga Sabtu (30/8/2026) siang, pemantauan dari menara kebakaran hutan Jurang Jero dan Pos Pemantauan Gunung Merapi Babadan tidak menemukan kepulan asap, kobaran api, maupun titik kebakaran baru.

    "Meski demikian, sebagai upaya mitigasi kebakaran hutan, pemantauan masih terus dilakukan baik secara visual, peninjauan langsung ke lapangan, maupun melalui Sipongi untuk memantau keberadaan titik api," ujar Heri.

    Balai TNGM juga mengaktifkan kesiagaan di Pos Koordinasi Kebakaran Hutan yang berada di Kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Srumbung, Magelang.

    Personel aparatur sipil negara (ASN), Manggala Agni, masyarakat mitra polisi kehutanan (Polhut), dan masyarakat peduli api turut disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran.

    Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas

    Aktivitas Merapi kembali meningkat pada Sabtu pagi. Petugas Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang Triyono mengatakan awan panas guguran kembali meluncur sekitar pukul 09.18 WIB.

    Awan panas tersebut bergerak sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya menuju Kali Sat atau Kali Putih.

    "Dari pantauan pagi hari ini terpantau ada awan panas guguran yang mengarah ke barat daya pukul 09.18 WIB sejauh 2.000 meter, mengarah ke Kali Sat atau Kali Putih," kata Triyono.

    Meski terjadi luncuran awan panas, hingga Sabtu pagi belum terdapat laporan hujan abu vulkanik yang mencapai permukiman warga.

    Selain itu, petugas juga mendeteksi titik api di lereng Merapi setelah aktivitas vulkanik pada Jumat malam. Titik api diduga berasal dari guguran material Merapi yang mengenai kawasan semak.
    Lokasinya terpantau berada di sekitar Sungai Senowo 3, di atas kawasan Kali Krasak.

    "Titik api terdeteksi tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB. Dari komunikasi dengan teman-teman di Pos Pantau Babadan, ini berasal dari guguran Merapi," ujar Triyono.

    Petugas terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran vegetasi akibat guguran material panas.

    Komentar
    Additional JS