Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Aceh Berita Featured Hari Damai Aceh Kapolda Aceh Kasus Spesial

    Viral Aksi Kapolda Aceh Dekati Massa yang Rusuh di Hari Damai Sendirian, Ini Cerita Dibaliknya - Tribunnews

    6 min read


    KOLASE SERAMBINEWS.COM A-A+ HARI DAMAI ACEH - Tangkapan layar video detik-detik Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan mendekati massa seorang diri di tengah situasi yang mulai memanaspada momen peringatan Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026) di seputaran depan masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. 

    SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebuah rekaman video mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah memperlihatkan momen menegangkan saat puncak peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

    Dalam cuplikan video berdurasi singkat yang turut diunggah oleh akun Instagram @bidhumaspoldaaceh tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan terlihat melakukan aksi berani dengan menerobos barisan pasukan pengamanan.

    Di saat situasi di sekitar taman kota depan masjid mulai memanas usai bentrokan, jenderal polisi bintang dua itu justru berjalan seorang diri mendekati kerumunan massa yang tengah berkumpul di seberang barikade.

    Tanpa raut takut, ia berdialog langsung dengan warga di tengah suasana tegang demi mengajak seluruh pihak menahan diri dan menjaga perdamaian Aceh.

    Cerita dibalik Aksi Kapolda Tanpa Pengawalan

    Aksi nekat Irjen Pol Ruddi Setiawan mendatangi kerumunan massa secara langsung ternyata memiliki cerita tersendiri dari tim pengamanan.

    Baca juga: Aksi Wagub Dek Fadh Turun Tenangkan Massa yang Ricuh di Hari Damai: Kalian Semua Masyarakat Saya

    Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satuan Brimob Polda Aceh sekaligus Kasatgas Tindak Pengamanan Hari Damai Aceh, AKBP Dr Akmal, mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan pribadi dari sang Kapolda.

    AKBP Akmal menceritakan bahwa sejak awal Kapolda memang memutuskan untuk menemui warga secara langsung demi mendinginkan suasana.

    Bahkan ia menginstruksikan agar tidak ada personel yang ikut mendampingi saat dialog berlangsung.

    "Bapak Kapolda memang memutuskan untuk menjumpai massa secara langsung. Hal tersebut dilakukan atas arahan beliau, dengan penekanan agar tidak ada personel yang mendampingi atau ikut mendekat saat beliau berdialog dengan massa," ungkap AKBP Akmal, Minggu (16/8/2026), dikutip dari Serambinews.com.

    Namun, menyikapi kondisi lapangan yang sangat dinamis dan berpotensi anarkis, AKBP Akmal bersama Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli melakukan penilaian situasional (risk assessment).

    Sebagai bentuk tanggung jawab profesional terhadap keselamatan pimpinan, tim Satgas Tindak tetap mengambil langkah taktis terukur berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).

    Ia menegaskan bahwa dalam situasi darurat yang berubah cepat, perlindungan terhadap pimpinan merupakan amanah dan tanggung jawab moral untuk memastikan situasi tetap terkendali tanpa mengabaikan pendekatan humanis kepada masyarakat.

    Baca juga: Intelijen Ungkap Dugaan Aktor di Balik Kericuhan Hari Damai Aceh, Forkopimda Aceh Gelar Rapat Khusus

    Massa Sempat Mengerubungi hingga Pembebasan Peserta Aksi

    Kehadiran Kapolda Aceh di tengah kerumunan massa tidak sepenuhnya berjalan mulus.

    Dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026), usai pelaksanaan ibadah salat Zuhur, saat Ruddi mulai mendekat dan berbicara dengan warga, massa sempat mengerubungi sang jenderal untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang sempat diamankan aparat.

    Suasana sempat kembali memanas tatkala terdengar letusan senjata di tengah kerumunan, yang membuat sejumlah personel pengamanan bergegas mengamankan Kapolda dari himpitan massa.

    Kendati demikian, Ruddi kembali berada di tengah-tengah warga hingga akhirnya naik ke atas mobil komando kepolisian untuk menyampaikan keputusan penting.

    Demi meredam amuk massa dan menjaga stabilitas keamanan, Kapolda Aceh secara langsung mengumumkan pembebasan sejumlah peserta aksi yang sebelumnya sempat ditahan oleh petugas saat bentrokan pecah.

    Awal Mula Kericuhan

    Eskalasi kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh pecah sekitar pukul 11.20 WIB di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (15/8/2026), tepat usai rangkaian acara doa tolak bala dan zikir bersama selesai digelar.

    Kericuhan bermula saat sebagian massa dari gabungan anak syuhada dan berbagai elemen masyarakat hendak mengibarkan bendera Bintang Bulan di salah satu tiang di kompleks masjid.

    Upaya larangan dari aparat keamanan yang disertai pelepasan tembakan peringatan ke udara sontak memicu amarah massa.

    Baca juga: Jusuf Kalla Soroti Kericuhan Hari Damai Aceh, Minta Perdamaian 21 Tahun Tak Rusak

    Warga yang sempat tiarap kemudian bangkit dan merangsek mengejar aparat TNI/Polri hingga ke luar pekarangan masjid, tepatnya di kawasan pusat perbelanjaan Barata dan Gedung DPRK Banda Aceh.

    Bentrokan fisik pun tak terhindarkan. Lemparan batu dan botol air mineral terus mengarah ke barikade petugas, yang kemudian dibalas dengan tindakan pengamanan di lapangan.

    Insiden tersebut mengakibatkan satu unit sepeda motor dinas milik TNI hangus dibakar massa dan sejumlah kendaraan lainnya mengalami kerusakan.

    Selain kerugian materiil, beberapa peserta aksi dilaporkan mengalami luka-luka di bagian kepala hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

    (Serambinews.com/Yeni Hardika)

    Komentar
    Opsi Lain

    Memuat 5 berita pertama...

    Additional JS