Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BNPB Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang - Kompas

    8 min read

     

    BORONG, KOMPAS.com – Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat marah kepada petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di posko pengungsian viral di media sosial.

    Peristiwa tersebut terjadi di posko logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) pagi.

    Perdebatan tersebut berkaitan dengan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak gempa Flores. Momen itu terekam dalam video berdurasi sekitar 6 menit 15 detik yang kemudian beredar luas di media sosial.

    Potret NTT 4 Hari Pasca Gempa: Warga Bertahan di Tenda Darurat, Evakuasi Tim SAR Berlanjut

    Baca juga: Sisihkan Koin dari Uang Jajan, Siswa SDN 1 Ngrupit Kirim Kepedulian untuk NTT

    Agustinus tampak emosional saat menyampaikan keberatannya terkait distribusi bantuan. Ia mengaku berada di bawah tekanan karena harus mengatur pembagian bantuan bagi warga yang tersebar di 11 desa.

    "Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak," ujar Agustinus dalam video tersebut.

    Petugas BNPB kemudian menanyakan alasan Agustinus marah dan berupaya menenangkan suasana. Agustinus menjelaskan, dirinya harus mengoordinasikan pembagian bantuan untuk sekitar 21.171 warga yang tersebar di 11 desa.

    Baca juga: Andi Gani Galang Bantuan Rp 1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo NTT

    "Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya," katanya.

    Dalam video tersebut, petugas BNPB beberapa kali meminta agar persoalan dibicarakan dengan baik. Namun, Agustinus tetap menyampaikan keberatannya. Ia kemudian mengajak petugas BNPB melihat langsung bantuan yang tersedia di lokasi.

    "Ini Pak punya bantuan? Ini Pak? (Sebanyak) S21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak. Jangan lari, Pak, ke sini lihat," katanya.

    Agustinus menegaskan bahwa dirinya tidak menolak bantuan pemerintah. Ia hanya meminta kondisi di lapangan menjadi pertimbangan dalam penyampaian informasi mengenai jumlah bantuan.

    Baca juga: Relawan Gempa NTT Asal Jakarta Meninggal di Manggarai Timur, Diduga Kelelahan

    Ia juga mempersoalkan pernyataan mengenai banyaknya bantuan yang disebut telah masuk ke wilayah tersebut.

    "Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan," kata Agustinus.

    Dalam rekaman itu, Agustinus kemudian membanting sebuah paket bantuan yang berada di dalam plastik putih.

    Baca juga: Mendagri Ungkap Prioritas Pemerintah Dorong Pemulihan Pascagempa Berbasis Data di NTT

    Ia mengatakan, dirinya merasa terbebani karena harus memastikan bantuan yang terbatas dapat dibagikan secara merata kepada masyarakat di 11 desa.

    "Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong," katanya.

    Agustinus juga menyinggung persoalan administrasi bantuan. Ia mengaku keberatan karena diminta menandatangani berita acara serah terima barang, sementara menurut dia jumlah bantuan secara fisik tidak sesuai dengan data dalam dokumen.

    Karena itu, ia memilih tidak menandatangani berita acara tersebut dan meminta dilakukan pengecekan langsung terhadap bantuan yang tersedia.

    Baca juga: Kapolda NTT Kunjungi Pengungsi Gempa Nagekeo, Ajak Anak-anak Bermain

    Ia memastikan seluruh bantuan yang diterima akan dicatat dan disalurkan kepada masyarakat di 11 desa secara transparan.

    Sejumlah warga yang berada di lokasi dalam video tersebut juga terlihat memberikan dukungan kepada Agustinus.

    Salah seorang warga bahkan meminta para kepala desa turut datang untuk melihat kondisi distribusi bantuan.

    Baca juga: Memutus Isolasi Gempa NTT Seperti di Aceh: Medan Berat Jadi Tantangan Penyaluran Logistik

    "Kasihan, Pak Camat yang atur setengah mati di sini," ujar warga tersebut.

    Camat akui peristiwa dalam video

    Agustinus diketahui menghadapi situasi sulit pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

    Di wilayah Lamba Leda Utara, ia harus mengoordinasikan kebutuhan masyarakat yang tersebar di 11 desa di tengah keterbatasan logistik dan banyaknya warga yang membutuhkan bantuan.

    Baca juga: Momen Gibran Gendong Bayi Korban Gempa NTT yang Baru Lahir hingga Bantu Warga Urus BPJS

    "Saya sudah tidak kuat lagi, saya stres. Bapak datang hanya tekan saya. Kita urus masyarakat, jangan bawa jabatan di sini," kata Agustinus dalam video.

    Saat dikonfirmasi Kompas.com, Agustinus tidak membantah peristiwa yang terekam dalam video tersebut.

    Namun, ia memilih tidak banyak berkomentar dan mengatakan ingin fokus menangani kondisi masyarakat terdampak gempa.

    "Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu dan bergelut dalam situasi tersebut. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu," katanya kepada Kompas.com, Jumat malam.

    Baca juga: Stok Makanan Terbatas, Warga Terdampak Gempa NTT di Sikka Andalkan Ubi

    Agustinus mengatakan, saat ini dirinya memilih berkonsentrasi menangani dampak gempa yang mengguncang wilayah Flores.

    Ia fokus mengurus pasien serta memastikan distribusi logistik di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara berjalan.

    Kecamatan Lamba Leda Utara terdiri dari 11 desa yang seluruhnya terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.

    Baca juga: Kisah Relawan Gempa NTT: Tempuh Perjalanan 9 Jam, Tembus Longsor di Jalur Ruteng-Reok

    Dalam wawancara dengan Kompas.com sebelumnya, Kamis (20/8/2026), Agustinus mengatakan masih ada sembilan desa di wilayahnya yang belum mendapatkan pelayanan tim medis.

    Ia juga mengatakan rangkaian gempa kuat yang terjadi sepanjang Kamis membuat proses evakuasi korban di sejumlah desa terganggu.

    Menurut dia, kepanikan yang terjadi di tengah masyarakat maupun petugas turut membuat proses penanganan bencana menjadi lebih sulit.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS