Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Obesitas Spesial Wamenkes

    Wamenkes: Tidak Ada Obesitas yang Tidak Bisa Ditangani - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) sekaligus Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan, tidak ada kondisi obesitas yang tidak bisa ditangani.

    Menurutnya, pilihan terapi yang tepat dan sesuai kondisi setiap orang dapat membantu menangani tubuh obesitas.

    “Jangan salah, tidak ada obesitas yang tidak bisa ditangani. Itu penting. Orang pasti bisa turun berat badannya,” ujar Dante dalam konferensi pers “APL Luncurkan Kampanye “Berani Bicara Berat”, Dorong Pemahaman terkait Obesitas sebagai Penyakit Kronis,” di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

    Dante mengatakan, penanganan obesitas tidak bisa disamaratakan karena setiap orang dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda.

    Zulhas Akui Banyak Maling Program MBG: Semua Diproses Hukum

    Baca juga: Mengapa Keluarga Berperan Penting dalam Mengatasi Obesitas Anak?

    Pilihan terapi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing melalui konsultasi dengan tenaga medis.

    Penanganan Perlu Disesuaikan

    Dante menjelaskan bahwa perkembangan tata laksana obesitas kini menyediakan beragam pilihan. Ia menyebut pilihan obat dan terapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.

    “Karena itulah, harus butuh konsultasi ke tenaga medis,” kata Dante.

    Baca juga: Mitra MBG Diminta Perketat Pengawasan dari Bahan Baku hingga Distribusi

    Ia menyebut dokter endokrinologi, dokter gizi klinik, dokter penyakit dalam, serta dokter lain yang telah terlatih dapat membantu menangani obesitas.

    Menurut Dante, kebutuhan setiap orang juga berbeda dalam menjalani pengelolaan obesitas. Ada yang membutuhkan penyesuaian menu makanan, pengurangan camilan, atau pengaturan kandungan makanan secara keseluruhan.

    Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap layanan kesehatan. Masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk mulai mencari bantuan kesehatan.

    “Paradigma kita yang dulu kita seek care menjadi health care. Dulu kalau dulu datang berobat hanya kalau sakit, sekarang datang berobat untuk tetap sehat,” ujar Dante.

    Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan jika Obesitas? Ini Rekomendasinya...

    Ia menambahkan, pilihan obat dan terapi perlu ditentukan berdasarkan kebutuhan pasien.

    “Kalau pilihan obatnya dan pilihan terapinya itu pas, maka datang ketenangan profesional atau Dokter,” ucap Dante.

    Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia Prof. Dr. dr. Em. Yunir, SpPD-KEMD, juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit lain sebelum mencari bantuan.

    Baca juga: Dokter Ingatkan Anak yang Kurang Tidur Tinggi Badannya Bisa Lebih Pendek, Begini Penjelasannya

    “Jadi yang penting adalah jangan menunggu sakit dulu,” kata Yunir.

    Menurut Yunir, masyarakat dapat mulai memperhatikan perubahan pada tubuh, termasuk peningkatan berat badan dan lingkar perut.

    Ia menyebut lingkar perut 90 sentimeter pada laki-laki dan 80 sentimeter pada perempuan sebagai salah satu ukuran yang perlu diperhatikan.

    Baca juga: Jangan Sepelekan Perut Buncit, Lemak Perut Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes dan Jantung

    Perubahan sederhana seperti pakaian yang terasa semakin sempit juga dapat menjadi tanda untuk mulai melakukan pemeriksaan.

    Yunir menyarankan masyarakat menimbang berat badan dan mengukur lingkar perut untuk mengetahui kondisi tubuh.

    Setelah itu, masyarakat dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Yunir menyebut pemeriksaan tersebut dapat mencakup tekanan darah dan gula darah, kemudian dilanjutkan dengan konsultasi kepada tenaga kesehatan jika diperlukan.

    Baca juga: Kenali Tanda Obesitas dan Kapan Harus ke Dokter

    Dante menjelaskan bahwa Cek Kesehatan Gratis juga mencakup pemeriksaan berat badan dan komplikasi yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

    Jika ditemukan risiko tertentu, masyarakat dapat memperoleh penanganan sesuai alur program.

    Dalam program tersebut, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada berat badan. Dante menyebut kondisi penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga dapat memperoleh pemeriksaan tambahan.

    Obesitas tidak perlu dipandang sebagai kondisi yang harus ditangani sendiri. Pernyataan Dante menegaskan bahwa pilihan penanganan tersedia dan dapat disesuaikan melalui bantuan tenaga profesional.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS