2 Pedagang Sosis Dikeroyok Penonton Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan, Berawal Bunyi Klakson - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260914-pedagang-sosis.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua pedagang sosis menjadi korban pengeroyokan penonton seusai berdagang saat acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Buayan Pekalongan.
- Video pengeroyokan mereka pun viral di media sosial.
- Pengeroyokan ini diduga dipicu pedagang sosis yang membunyikan klakson agar bisa lewat di tengah kerumunan penonton.
- Kejadian ini telah dilaporkan ke polisi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Dua pedagang sosis asal Purbalingga menjadi korban pengeroyokan saat acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buayan, Kabupaten Pekalongan, Jumat (11/9/2026) dini hari.
Pengeroyokan ini diduga dipicu suara klakson yang dibunyikan pedagang tersebut lantaran mereka tidak bisa keluar dari kerumunan penonton.
Video pengeroyokan kedua pedagang sosis ini pun viral di media sosial.
Korban adalah Niat Gita Firmansyah (30) dan adiknya, Ikbal Rehan (21).
Atas kejadian itu, keduanya kemudian melaporkan pengeroyokan yang dialami ke Polsek Buayan.
Niat Pulang setelah Berjualan
Saat ditemui di Polsek Buaran, Gita mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.
Saat itu, Gita bersama Ikbal hendak pulang setelah berjualan di lokasi karnaval.
Baca juga: Peserta Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan Meninggal Seusai Karnaval, Begini Kata Keluarga
Gita menuturkan, sebelum kejadian sempat terjadi keributan di tengah kerumunan.
Setelah situasi mereda, ia kemudian mengendarai kendaraan dagangannya untuk meninggalkan lokasi.
Namun, kondisi jalan masih dipenuhi warga.
Khawatir menabrak orang yang berada di depannya, Gita kemudian membunyikan klakson agar kendaraannya dapat melintas.
"Saya kan takutnya nabrak, saya klakson. Langsung enggak terima, langsung disahut," kata Gita.
Situasi kemudian berubah menjadi keributan.
Gita mengaku tiba-tiba menjadi sasaran pukulan sejumlah orang.
Ikbal yang berada di belakangnya berusaha membantu sang kakak, tetapi justru ikut menjadi sasaran pengeroyokan.
Gita mengaku, tidak mengetahui secara pasti jumlah orang yang memukul dirinya dan Ikbal.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang mengerumuni dan memukuli kedua pedagang tersebut.
Akibat kejadian itu, Gita masih merasakan sakit pada bagian punggung dan tangan.
Saat kejadian, ia masih memakai helm.
"Saya masih pakai helm. Bagian punggung sakit banget. Bagian tangan juga sakit," ujarnya.
Baca juga: Curanmor Persawahan di Pekalongan Terbongkar, Polsek Kajen Tangkap Pelaku Asal Pemalang
Tidak hanya menjadi sasaran pengeroyokan, kendaraan yang digunakan untuk berjualan juga sempat diacak-acak.
Meski demikian, kerusakan kendaraan tersebut disebut tidak parah.
Saat kejadian, sebagian besar dagangan sosis yang dibawa Gita dan Ikbal telah habis terjual.
Keduanya memang biasa berjualan dengan mengikuti berbagai acara di sejumlah daerah.
"Kami setiap ada event, misalkan di Pati, Demak, Jogja dan sebagainya, kami jualan."
"Kalau ada event karnaval, pengajian, dan sebagainya," katanya.
Gita menegaskan, dirinya tidak melakukan perlawanan maupun terlibat cekcok sebelum pengeroyokan.
Menurutnya, persoalan bermula saat ia membunyikan klakson, ketika hendak melewati kerumunan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang membantu melerai keributan dan menolong dirinya bersama sang adik.
"Saya berterima kasih sama ibu-ibu yang sudah membantu melerai."
"Terima kasih juga untuk warga sekitar yang sudah membantu saya dan adik saya," ujarnya. (*)