Peserta Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan Meninggal Seusai Karnaval, Begini Kata Keluarga - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260914-Kapolsek-Buaran-AKP-Sunarto.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Simbang Kulon Pekalongan Ahmad Faiz meninggal dunia setelah mengikuti Simbang Kulon Night Carnival (SKNC), Sabtu dini hari.
- Kematian Faiz sempat menjadi perbincangan di media sosial.
- Keluarga mengatakan, Faiz diduga kelelahan karena kurang tidur sejak beberapa hari sebelumnya.
- Polisi pun telah menggali keterangan dari keluarga korban.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026) malam, berubah duka.
Satu di antara peserta yang merupakan warga setempat, Ahmad Faiz (41), meninggal dunia seusai karnaval.
Faiz diduga meninggal karena kelelahan.
Kabar meninggalnya Faiz usai mengikuti Simbang Kulon Night Carnival ini pun sempat ramai dibicarakan di media sosial.
Paman korban, M Musa mengatakan, Faiz sehari-hari bekerja sebagai pekerja batik dengan membantu mengolah obat batik di tempat saudaranya.
Faiz dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab sehingga kerap memaksakan diri tetap bekerja meski sudah merasa lelah.
"Dia itu orangnya kalau kerja terlalu semangat. Jadi sering kecapekan."
"Sudah saya peringatkan, tapi dia memang orangnya tanggung jawab banget," kata Musa, Sabtu (12/9/2026).
Baca juga: Daftar Usaha Fadia Arafiq Eks Bupati Pekalongan, Bos Salon hingga Punya Showroom dan Bus
Musa menuturkan, Faiz kemudian ikut memeriahkan SKNC sebagai bagian dari warga Simbang Kulon.
Dalam kegiatan tersebut, Faiz memakai kostum pawai.
Menurut Musa, kondisi Faiz saat mengikuti karnaval masih terlihat sehat.
Rombongan kontingen yang diikutinya tiba kembali sekitar tengah malam.
"Pulangnya itu jam 00.00 WIB. Kita kan kontingen nomor dua. Pulang istirahat, ngobrol-ngobrol," ujarnya.
Sesampainya di lokasi, Faiz masih sempat berbincang dengan teman-temannya.
Bahkan, korban sempat mengantarkan teh kotak kepada saudaranya.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Faiz sempat dibangunkan untuk pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah dan kembali tidur, istrinya kemudian mendapati kondisi tubuh Faiz terasa dingin.
"Sempat ketahuan badannya dingin. Mau dibawa ke rumah sakit, enggak mau," kata Musa.
Keluarga telah menerima kepergian Faiz.
Musa meminta agar kabar mengenai kematian korban tidak dikaitkan secara berlebihan dengan penggunaan kostum saat karnaval.
"Kami sudah ikhlas, sudah ridha. Jangan diplintir berita-berita itu."
"Kasihan keluarga, kami sudah ikhlas," tegasnya.
Polisi Gali Informasi
Terpisah, Kapolsek Buaran AKP Sunarto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kematian Faiz.
Namun, setelah mengetahui informasi tersebut ramai di media sosial, polisi mendatangi rumah duka untuk menggali informasi mengenai kondisi korban sebelum meninggal.
Dari keterangan keluarga, Sunarto menyebut, Faiz telah mengeluhkan kelelahan sejak beberapa hari sebelum mengikuti karnaval.
Korban juga disebut mengalami kurang tidur karena tetap bekerja.
"Sekitar tiga hari yang lalu mengeluhkan kelelahan, jarang tidur."
"Paling tidur hanya satu jam dalam beberapa hari," kata Sunarto.
Baca juga: Curanmor Persawahan di Pekalongan Terbongkar, Polsek Kajen Tangkap Pelaku Asal Pemalang
Sunarto membenarkan, Faiz merupakan pekerja batik yang membantu mengolah obat batik di tempat saudaranya.
Menurutnya, korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sulit diminta berhenti bekerja untuk beristirahat.
"Dia seorang pekerja batik, dia mengolah obat-obat batik di tempat saudaranya."
"Sama saudaranya disuruh istirahat tidak mau, karena memang tipe orangnya pekerja keras," ujarnya.
Kondisi kurang tidur dan kelelahan tersebut, kata Sunarto, sudah dialami korban sebelum mengikuti SKNC.
"Waktu harusnya istirahat, dia gunakan untuk bekerja terus. Dia jarang tidur sampai beberapa hari."
"Nah, mungkin itu puncaknya pas karnaval itu," katanya.
Meski demikian, AKP Sunarto tidak menyimpulkan bahwa kematian Faiz disebabkan keikutsertaannya dalam karnaval.
Polisi hanya menyampaikan, keterangan yang diperoleh dari keluarga terkait kondisi korban sebelum mengikuti kegiatan.
Panitia SKNC Buka Suara
Sementara itu, Panitia SKNC Fatchul Majid mengatakan, persiapan karnaval telah dilakukan sekitar dua bulan.
Panitia juga telah memberikan imbauan kepada peserta agar mengikuti ketentuan dan arahan dari perangkat serta kepolisian.
Baca juga: Oknum Kepsek dan Guru Viral Asusila Masih Bertugas, Warga Pekalongan Gelar Aksi Demo
Selama pelaksanaan pawai, kata Fatchul, kegiatan berlangsung lancar tanpa kejadian yang mengganggu jalannya acara.
"Selama pawai, alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada kejadian ataupun sesuatu yang aneh-aneh," kata Fatchul.
Fatchul mengaku sempat melihat Faiz ketika memakai kostum dan mengikuti pawai.
Saat itu, Faiz terlihat dalam kondisi sehat.
"Untuk Mas Faiz ini ketika pakai kostum juga dalam keadaan sehat," ujarnya.
Fatchul berharap, informasi mengenai meninggalnya Faiz tidak berkembang menjadi kabar yang berlebihan dan merugikan keluarga maupun panitia penyelenggara.
"Untuk desas-desus dan isu liar ini tidak di-framing secara berlebihan, karena selain merugikan dari pihak keluarga, kami dari panitia juga merasa dirugikan," katanya. (*)