Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BMKG Featured Lintas Peristiwa Madura Spesial

    3 Sesar Aktif di Madura, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Panik- Kompas

    3 min read

     

    BANGKALAN, KOMPAS.com - Sebanyak tiga sesar aktif saat ini berada di Pulau Madura, Jawa Timur. Letak sesar aktif itu bisa dikenali melalui ciri geomorfologi atau perubahan permukaan bumi dari masa ke masa.

    Observer Observer Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Madura, Lavia Farareta, mengatakan bahwa tiga sesar aktif itu yakni Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS), Sesar Selat Madura, dan Sesar Somorkoning.

    Dia menyebut, meski terdapat tiga sesar aktif, namun riwayat kegempaan yang terjadi di Madura cukup rendah.

    "Kami mengimbau agar masyarakat tidak panik dan perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memastikan bangunan rumah cukup kuat dan mengetahui jalur evakuasi mandiri di lingkungan sekitar," kata Lavia, Kamis (10/9/2026).

    Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif yang Berpotensi Gempa, Ini Kata Pakar Geologi ITS

    Baca juga: Viral Sesar Aktif di Surabaya, Pakar Seismologi ITS Bantah Ada Sesar dari Surabaya-Madura

    Dia juga mengatakan, secara fisik titik sesar aktif tidak memiliki ciri khusus. Namun, sesar aktif baru bisa dikenali melalui ciri karakteristik bentang alam atau geomorfologinya.

    "Ada beberapa karakteristik yang bisa kita kenali seperti kelurusan lembah atau bukit. Adanya pola bukit atau lembah yang membentuk garis lurus yang tidak biasa akibat pergeseran kerak bumi," ungkapnya.

    Selain itu, ciri lain terlihat dari pembelokan arah aliran sungai. Pergeseran patahan akan membuat jalur sungai tiba-tiba berbelok tajam secara tidak alami karena jalurnya terpotong oleh pergeseran patahan.

    "Selain itu ada Gawir sesar (Sarp), yaitu adanya tebing atau perbedaan ketinggian batuan atau lahan yang curam dan memanjang," ujarnya.

    Baca juga: Perbaikan Jembatan Suramadu Bikin Lalu Lintas Arah Madura Padat hingga 500 Meter

    Karakteristik lain yakni adanya zona batuan hancur di bawah permukaan. Hal itu bisa diketahui jika permukaan tanah dilakukan penggalian atau penelitian geologi dalam.

    "Biasanya ditemukan zona batuan yang retak, hancur atau breksiasi atau tidak menerus akibat gesekan tektonik," katanya.

    Lavia menyebut, hingga saat ini, BMKG terus memantau aktivitas gempa dan mengedukasi masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru.

    "Kami mengimbau agar informasi terkait gempa selalu mengacu pada kanal resmi BMKG," pungkasnya.

    Baca juga: Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif, Pakar Geologi ITS Sarankan Pasang GPS dan Seismograf

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Temuan Sesar Aktif Potensi Gempa M 6,7 di Jawa Timur, Ini Penjelasan BMKG

    Komentar
    Additional JS