AHY Pastikan Tiga Sekolah Rakyat Terintegrasi Dibangun di Papua, Tampung 2.500 Siswa - Kompas
JAYAPURA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Provinsi Papua.
Tiga lokasi telah disiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut, yaitu di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.
Pembangunan ketiganya ditargetkan berlangsung dalam periode 2026–2027.
“Untuk Provinsi Papua, kita sedang menyiapkan pembangunan sekolah rakyat terintegrasi. Artinya jauh lebih luas, jauh lebih lengkap, ada SD, SMP, SMA semua di dalam satu kawasan,” kata AHY saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Jayapura, Jumat (19/9/2026).
Panen Pujian Warganet, Gubernur Sulteng: Tak Masalah Tak Populer
Baca juga: Ricuh di Pelabuhan Jayapura, Warga Bawa Kayu dan Besi Paksa Naik KM Gunung Dempo
AHY mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Jayapura saat ini telah dimulai dengan progres sekitar 4–5 persen.
Pemerintah, kata dia, akan terus mengawal pembangunan agar berjalan sesuai target.
“Ini perlu kita kawal terus. Termasuk yang ada di Sarmi, dan satu lagi di Biak Numfor. Jadi untuk 2026–2027 tiga lokasi tersebut yang akan hadir sekolah rakyat di Provinsi Papua ini,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Selain gedung sekolah, kawasan tersebut akan dilengkapi asrama, ruang makan, fasilitas olahraga, rumah ibadah, gedung serbaguna, serta fasilitas pendukung lainnya.
Baca juga: 78 Pelajar Diamankan Polres Jayapura Saat Hendak Ikuti Aksi Tolak MBG
Sekolah tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 2.500 siswa. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas bagi para guru, termasuk hunian untuk mendukung proses belajar mengajar.
Menurut AHY, konsep sekolah terpadu ini juga ditujukan bagi siswa yang tinggal jauh dari lokasi sekolah. Dengan adanya asrama, siswa dapat mengikuti pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.
“Dari SD sampai dengan SMA sudah tidak perlu ke mana-mana dan tidak perlu pusing lagi. Karena ada asramanya. Jadi kalaupun agak jauh lokasi tempat tinggal orang tuanya, mereka tidak pusing karena ada asrama,” katanya.
AHY menekankan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut harus dilaksanakan tepat waktu, akuntabel, dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
DPD Kritik Absennya Prabowo soal HAM dan Proyek Nasional di Papua