5 Cara Membedakan Beras Fortifikasi dan Biasa, Cek Kemasannya! - IDN Times
17 Sep 2026, 10:04 WIB
3 min read
It helps you see more of our articles when you search on Google

Intinya Sih
Beras fortifikasi mengandung vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan zinc sesuai SNI 9372:2025.
Konsumen perlu memeriksa label serta kadar zat gizi saat membeli beras fortifikasi.
Kementerian Pertanian menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi beredar tidak memenuhi standar melalui survei dan uji laboratorium; tampilan putih atau halus saja tidak menentukan keaslian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Beras fortifikasi merupakan beras yang telah ditambahkan zat gizi tertentu untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Berbeda dengan beras biasa, beras fortifikasi memiliki proses pengolahan dan kandungan gizi tambahan yang perlu diketahui konsumen sebelum membelinya.
Lantas, bagaimana cara membedakan beras fortifikasi dan biasa? Selain melihat kemasan dan informasi kandungan gizi, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk memastikan beras yang dibeli merupakan produk fortifikasi. Berikut cara membedakannya.
1. Perhatikan kemasan beras
Cara pertama dengan memperhatikan kemasan beras sebelum membelinya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah merek, klaim mengenai kandungannya, dan jenis zat gizinya. Kamu tak boleh terkecoh oleh kata ‘fortifikasi’ atau ‘mengandung vitamin’ pada kemasan. Sebaliknya, pehatikan zat gizi di bagian belakang kemasan.
Jika mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025 beras fortifikasi harus mengandung vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan zinc dalam kadar tertentu. Jika tidak sesuai standar, bisa dipastikan beras tersebutbukan fortifikasi.
2. Cermati aroma dan tekstur beras setelah dimasak

ilustrasi beras (unsplash.com/Pierre Bamin) Setelah dimasak dan berasnya matang kamu juga perlu memperhatikan aroma serta teksturnya. Beras fortifikasi palsu umumnya memiliki aroma kimia yang menyengat. Teksturnya juga aneh dan tidak seperti nasi normal.
3. Perhatikan keberadaan kernel beras
Mengingat diolah dengan proses khusus, biasanya beras fortifikasi memiliki kernel yang sedikit berbeda. Jika diperhatikan kamu dapat melihat beberapa butir beras yang bentuknya agak berbeda dengan beras lain.
Hal tersebut justru merupakan indikasi bahwa beras tersebut merupakan beras fortifikasi asli. Namun, perlu diperhatikan bahwa perbedaan yang muncul tidak 100 persen menjamin keaslian beras. Karena itu, kamu tetap harus memperhatikan aspek lainnya, ya.
4. Cek merek dari beras yang dibeli

ilustrasi beras (unsplash.com/Emma Miller) Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa terdapat 25 merek beras fortifikasi palsu yang tidak memenuhi standar atau regulasi dalam negeri. Jumlah tersebut sekitar 90 persen dari 27 merek yang beredar di Tanah Air. Fakta tersebut berhasil terungkap setelah dilakukan survei dan pengetesan laboratorium.
Lebih lanjut, 25 merek yang dimaksud adalah sebagai berikut. Pastikan kamu tak membeli 25 merek beras fortifikasi palsu tersebut, ya.
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain Crystal
- HOK-1 Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit
- FS Nutri Rice
- Pelikan
- Rice Rojolele
- Super Kepala Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabet.
5. Jangan tertipu dengan tampilan berasa
Beras fortifikasi dirancang agar menyerupai beras biasa. Karena itu, beras fortifikasi tak bisa atau sangat sulit dibedakan dari beras biasa. Alhasil, kamu tak boleh terkecoh hanya karena menemukan beras yang warnanya sangat cerah atau punya tekstur halus.
Seperti penjelasan sebelumnya, beras fortifikasi asli justru memiliki butiran yang agak berbeda dari beras lain. Artinya beras fortifikasi tak selamanya mulus atau putih bersih.
Mengetahui cara membedakan beras fortifikasi dan biasa dapat membantu konsumen memilih beras sesuai kebutuhan. Jangan hanya mengandalkan tampilan fisik, tetapi periksa juga kemasan, label, serta informasi kandungan gizi pada produknya, ya.
Curated For You
Topics




















