5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Gunung Anak Krakatau, Lokasi Terakhir Sinyal HP Dekat Banten - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap sebuah speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
- Sebanyak delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut belum ditemukan.
- Basarnas Lampung bersiaga menyusul laporan lima jurnalis yang hilang kontak.
TRIBUNNEWS.COM - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapal mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan dijadwalkan melakukan perjalanan pulang-pergi untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut belum ditemukan.
Delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut yakni Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, Heriyanto (49) sebagai guide, serta lima jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap sebuah speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda itu.
Lokasi Terakhir Sinyal HP
Basarnas Lampung bersiaga menyusul laporan lima jurnalis yang hilang kontak.
Humas Basarnas Lampung, Deni, mengatakan pihaknya saat ini melakukan pemantauan dan koordinasi dengan potensi SAR di wilayah Lampung, sembari menunggu perkembangan pencarian yang dilakukan Kantor SAR Banten.
"Kami menerima informasi ada lima jurnalis yang berangkat dari Banten ke Gunung Anak Krakatau untuk tugas peliputan. Saat ini masih dalam pencarian oleh Kantor SAR Banten," kata Deni, Selasa (8/9/2026) malam, dilansir TribunLampung.co.id.
Baca juga: Jurnalis Antara Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Karyanya Pernah Diunggah Prabowo
Deni menjelaskan, Basarnas Lampung belum melakukan pencarian langsung di perairan karena informasi mengenai keberadaan terakhir kelima jurnalis masih mengarah ke wilayah Banten.
"Lokasi terakhir sinyal HP-nya masih dekat ke wilayah Banten. Jadi sementara Kantor SAR Banten yang memimpin aksi di lapangan," ungkapnya.
Saat ini, tim SAR gabungan dari Kantor SAR Banten masih melakukan penyisiran di perairan untuk mencari keberadaan kelima jurnalis tersebut.
SAR Kerahkan RIB Sisir Selat Sunda
Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet RIB 02 Banten untuk menyisir perairan Selat Sunda dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak.
Operasi berlangsung dari titik yang diduga menjadi lokasi terakhir speedboat, berjarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari posisi RIB 02 Banten dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.
Kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin dari selatan menuju utara berkecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter.
Operasi pencarian tersebut melibatkan enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud Pandeglang dan pemilik kapal.
Tim juga membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan medis untuk mendukung proses pencarian dan penanganan apabila para penumpang ditemukan.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan laporan mengenai kecelakaan kapal hilang kontak tersebut diterima pihaknya pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB.
"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa, dikutip dari TribunLampung.co.id.
Baca juga: Sosok Bagus Khoirunnas, Jurnalis Antara yang Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Pencarian Dilanjut Hari Ini
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.
“Polda Banten bersama Basarnas telah bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan tersebut melakukan komunikasi,” katanya dalam keterangan, Selasa.
Basarnas Banten telah mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.
Operasi SAR juga melibatkan Polairud Pandeglang dan unsur terkait lainnya.
Tim gabungan menyisir titik koordinat terakhir komunikasi hingga sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah peralatan pendukung turut diterjunkan, di antaranya Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.
Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.
Baca juga: Liput Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan.
Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.
Hingga Selasa sore, Basarnas Banten belum menerima informasi resmi mengenai ditemukannya kapal maupun para penumpang.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad mengatakan pencarian akan dilanjutkan Rabu (9/9/2026).
Area pencarian pada hari kedua akan diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan para korban.
"Rencananya besok (hari ini) tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Al Amrad.
Kesaksian Kades
Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan kapal tersebut disewa rombongan dari warga setempat.
"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa.
Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan kondisi masih aman. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak diketahui lagi.
"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," jelasnya.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PJJ di Lampung Diperpanjang hingga 10 September
Sementara itu, berdasarkan keterangan Basarnas, salah satu jurnalis di kapal sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung bernama Abay pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB. Dalam komunikasi tersebut, lokasi kapal sempat dibagikan.
"Komunikasi terakhir Korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 (7/9/26) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan," katanya.
Kini area pencarian akan diperluas dengan melibatkan sejumlah peralatan tambahan, termasuk drone thermal dan kapal penyelamat.
Dalam pencarian hari pertama, operasi melibatkan personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.
Peralatan yang digunakan antara lain KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Hingga operasi hari pertama ditutup, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya masih belum diketahui.
(Tribunnews.com/Nuryanti/Adi Suhendi/Fransiskus Adhiyuda Prasetia) (TribunLampung.co.id/Bayu Saputra/Taryono)