9 Bulan Putus, Jembatan Leuwidinding Sukabumi Akhirnya Dibangun Kembali - Kompas
SUKABUMI, KOMPAS.com – Sudah sembilan bulan lamanya masyarakat di Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus terisolasi akibat jembatan putus.
Jembatan Leuwidinding yang putus akibat hantaman banjir bandang tersebut kini mulai diperbaiki.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin memimpin langsung peletakan batu pertama yang menjadi penanda mulai dibangunnya Jembatan Leuwidinding tersebut.
"Hari ini kami hadir di Leuwidinding ini dalam sebuah rangkaian kegiatan bakti sosial maupun bakti kesehatan dan peletakan batu pertama pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding," kata Edwin dalam keterangannya kepada awak media di Sukabumi, Minggu (6/9/2026) siang.
4 Kecamatan di Nias Barat Terendam Banjir, Lansia dan Anak-anak Terjebak di Lantai 2
Baca juga: Jembatan Leuwidinding Sukabumi 7 Bulan Belum Diperbaiki, Pemkab: Masih Proses
Edwin menerangkan jembatan tersebut dibantu pembangunannya oleh pihak TNI Angkatan Laut, yayasan yang dikelola oleh Jusuf Hamka, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Jembatan tersebut bakal dibangun dengan memiliki panjang 89 meter yang akan kembali menghidupkan aktivitas beberapa desa di dua kecamatan.
"Panjangnya jembatan tersebut berkisar 89 meter kurang lebih, kemudian memiliki lebar 1,5 meter, itu akan meningkatkan transportasi, konektivitas antardaerah. Kalau tidak salah ada empat atau lima desa di dua kecamatan ini," ucap Edwin.
Edwin berharap pembangunan Jembatan Leuwidinding tersebut dapat selesai pada awal Desember 2026.
Dengan begitu, aktivitas kehidupan masyarakat tidak kembali terisolasi dan berjalan dengan normal.
"Diharapkan nanti dengan selesainya pembangunan jembatan ini kurang lebih 105 hari pengerjaan bisa menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, aktivitas pendidikan anak-anak kita, kemudian aktivitas sosial dan layanan oleh pemerintah bisa seluruh layanan kesehatan dan layanan lainnya bisa dirasakan oleh masyarakat di wilayah ini," tegas Edwin.
Baca juga: Nyaris 9 Bulan Putus, Jembatan Leuwidinding Sukabumi Akan Dibangun Kembali 6 September
Diberitakan sebelumnya, Sudah sekitar sembilan bulan aktivitas masyarakat Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat harus melintasi sungai menggunakan perahu karet untuk pergi berladang, bekerja, hingga berangkat ke sekolah.
Masyarakat bertaruh nyawa melintasi Sungai Cimandiri sedalam 8 meter itu untuk menyambung hidup lewat bekerja, berladang, dan para pelajar menuntut ilmu di sekolah.
Jembatan tersebut merupakan penghubung wilayah Kecamatan Jampangtengah dan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Jembatan itu putus akibat terjangan bencana banjir bandang pada akhir 2025 lalu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Update Banjir Bandang di Nepal: 1.050 Orang Tewas, 4.000 Lebih Masih Hilang