Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Kasus Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial

    Ada Hewan Kaki Seribu Matang di Menu MBG Pasangkayu Sulbar, Korwil: Sering Ada di Dinding Dapur - Kompas

    7 min read

     


    PASANGKAYU, KOMPAS.com - Hewan kaki seribu matang ditemukan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada salah satu posyandu di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

    Temuan tersebut diketahui setelah rekaman video makanan berisi kaki seribu beredar luas di Facebook. Hewan itu terlihat terselip di antara sayuran dalam kondisi sudah matang.

    Menu MBG itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Desa Singgani, Kecamatan Lariang. 

    Baca juga: Anggota DPR: Proses Hukum Keracunan MBG Tergantung Temuan Aparat

    SPPG Lariang dikelola Yayasan Rumah Quran As'adiyah Makassar dan mulai beroperasi pada 9 Februari 2026. 

    Viral Tempe MBG di Depan Toilet Usai 216 Siswa Blora Diduga Keracunan

    Unit pelayanan tersebut melayani sekitar 2.250 penerima manfaat yang terbagi dalam 31 kelompok distribusi di Kecamatan Lariang.

    Salah satu titik distribusi SPPG Lariang adalah Posyandu Kembang Sawit, Bajawali.

    Selain kaki seribu, sebelumnya juga muncul laporan mengenai temuan jarum pentul dalam menu MBG yang diterima siswa SMAN 1 Lariang.

    Baca juga: Alumni Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Sampaikan 3 Tuntutan Terkait Santri Keracunan MBG

    Sering Terlihat Kaki Seribu di SPPG

    Koordinator Wilayah MBG Pasangkayu, Angel Syahril Syarif, mengatakan bahwa keberadaan kaki seribu di sekitar dapur SPPG Lariang bukan kejadian baru. 

    Menurut informasi yang diterimanya, hewan tersebut sering terlihat di area pengolahan makanan.

    "Informasinya memang di dapur itu sering terlihat kaki seribu, bahkan sering ada di dinding dapur," kata Syahril dilansir dari TribunSulbar, Jumat (11/9/2026).

    Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan serta sanitasi lingkungan dapur. 

    Baca juga: Sempat Sembuh, 15 Siswa Korban Keracunan MBG Karo Kembali Masuk Rumah Sakit

    BGN kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Lariang untuk menjalani evaluasi.

    "Saat ini SPPG tersebut diberhentikan sementara untuk evaluasi," jelas Syahril.

    "Untuk sanksi selanjutnya kami masih menunggu petunjuk dari pusat karena masalahnya cukup berat," tambahnya.

    Meski ada temuan dalam makanan, tidak ada penerima manfaat yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. 

    Data yang dihimpun mencatat total terdampak nol orang dan tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut.

    Baca juga: Hasil Lab Keracunan MBG di Sidoarjo, Makanan Terkontaminasi Bakteri

    Temuan Jarum Pentul di Menu MBG untuk Siswa

    Persoalan menu MBG juga dilaporkan terjadi di SMAN 1 Lariang. 

    Seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, siswa menemukan jarum pentul dalam makanan yang dibagikan pada Rabu (9/9/2026).

    Temuan tersebut diketahui publik setelah videonya viral di media sosial.

    Baca juga: Siswi Hilang Ingatan Usai Makan MBG di Karo, DPR Desak Audit Total dan Tindak Tegas SPPG

    Menurut guru tersebut, persoalan kualitas makanan bukan kali pertama terjadi. 

    Siswa beberapa kali menemukan bulu pada menu ayam yang disajikan. Selain itu, pernah ditemukan makanan dalam kondisi sudah membusuk.

    "Kami beberapa kali mengalami. Menu ayam masih ada bulunya. Pernah juga ada makanan yang sudah membusuk," imbuhnya dilansir dari TribunSulbar, Jumat.

    Baca juga: Hampir Sebulan Usai Keracunan MBG di Karo, 15 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

    Sejumlah temuan tersebut membuat sebagian siswa mengaku trauma dan mulai enggan mengonsumsi beberapa menu yang dibagikan melalui program MBG.

    "Anak-anak juga mengaku menunya membosankan," ungkap guru tersebut.

    "Hari ini kami tidak lagi menerima MBG karena perbaikan SOP. Jika nanti ada lagi, kami tetap menerima, tetapi siswa sudah mengalami trauma," lanjutnya.

    Baca juga: Puluhan Siswa di Sleman Mual Usai Santap MBG, KPPG: Penyebab Belum Dapat Disimpulkan

    Terkait temuan jarum pentul, Syahril mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan tersebut.

    Ia menilai, temuan jarum pentul dalam menu MBG merupakan bentuk kelalaian yang perlu dievaluasi secara serius.

    "Kalau untuk jarum pentul kami belum mendapat laporan. Kami justru tahu setelah video itu viral dan banyak laporan yang masuk," ucapnya.

    Baca juga: Cerita Ibu di Pati Melihat Anak Tak Sadarkan Diri Usai Santap MBG, Sempat Dipasang Oksigen

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Bertambah, Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 566 Orang

    Komentar
    Additional JS