Anggarkan Rp 351 M untuk Pendidikan, Gubernur Sulteng: Kalau Bisa Semua Anak Kuliah - detik
Jakarta -
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memiliki program khusus agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan tinggi sampai S3. Prioritas untuk pendidikan warga Sulteng ini dianggarkan sebesar Rp 351 miliar.
Nama programnya adalah 'Berani Cerdas'. Program ini berbentuk bantuan biaya pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan bagi siswa dan mahasiswa di Sulteng. Alokasi dananya mencakup siswa, mahasiswa S1, S2, S3, pendidikan dokter spesialis, dan tenaga pendidik atau guru.
Selain itu, Pemprov Sulteng juga mengalokasikan Rp 21,56 miliar untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) bagi siswa SMK. Untuk guru, terdapat beasiswa pendidikan magister yang bekerja sama dengan Universitas Terbuka dengan anggaran Rp 2,48 miliar, demikian dilansir Antara.
Menurut laporan per awal Agustus 2026, Program Berani Cerdas telah membantu lebih dari 30.000 warga Sulteng. Program ini juga bisa dipantau transparansinya melalui situs resmi Pemprov Sulteng.
Gubernur Sulteng Prioritaskan Hak Pendidikan Warganya
Gubernur Sulteng, Dr Anwar Hafid, M Si, meyakini bahwa jika Program Berani Cerdas bisa sukses dan berkelanjutan, maka 20 tahun mendatang Sulteng akan menjadi luar biasa.
"Pendidikan ini adalah hak dasar rakyat. Jadi, saya kira siapa pun pemimpin, kalau dia cinta kepada rakyatnya, maka pendidikan ini menjadi utama dan pertama harus dia perhatikan," ujarnya, seperti dikutip dari unggahan di akun resminya @anwarhafid14, Minggu (6/9/2026).
"Tujuan kita itu, kalau saya, kalau bisa semua orang, anak-anak di Sulteng ini tamat SMA semua kuliah. Enggak ada lagi yang tidak kuliah," imbuhnya.
Bagi Anwar, investasi pendidikan tidak hanya dilakukan setiap lima tahun sekali. Menurutnya, dalam 20 tahun, perubahan dalam pendidikan baru akan terlihat.
Maka itu, melalui kepemimpinannya, Anwar memulai program untuk pendidikan warga Sulteng dan optimis akan berhasil 20 tahun mendatang. Terlebih, yang terpenting, lanjutnya, program ini ditujukan untuk membantu masyarakat.
"Siapa pun orang Sulawesi Tengah yang jadi gubernur di masa yang akan datang, kalau dia cinta rakyat Sulawesi Tengah, harus melanjutkan program ini. Karena ini sangat membantu masyarakat kita untuk bisa menggapai apa yang disebut Sulteng Nambaso itu. Nambaso itu singkatan dari 'anak miskin bisa sekolah'. Itu tujuan utamanya sebetulnya Berani Cerdas ini," ungkap gubernur kelahiran Morowali, 14 Agustus 1969.
Anwar menekankan kembali bahwa tujuan Program Berani Cerdas sebenarnya adalah untuk memperbanyak rakyat Sulawesi Tengah yang bergelar sarjana dan mengurangi beban orang tua untuk pendidikan.
"Sebenarnya tujuannya ini, artinya dengan (bantuan) 2 juta, 3 juta, atau sampai 5 juta, 10 juta, 20 juta (untuk) 1 semester, itu kalau kita berikan, maka orang tua di kampung tidak perlu lagi berpikir untuk uang kuliah anaknya. Dia pikir karena sudah ada Berani Cerdas yang jamin. Itu tujuan, hakikat tujuan program ini," tegasnya.
Menjangkau Lebih Banyak Warga Sulteng
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menerangkan bahwa pada 2025 program ini telah menjangkau 23.568 mahasiswa. Kemudian pada 2026 tercatat telah menjangkau 27.344 orang.
"Sehingga total penerima manfaat selama dua tahun pelaksanaan diproyeksikan mencapai 50 ribu mahasiswa," katanya, dikutip Antara.
Tidak hanya bantuan pendidikan, Pemprov Sulteng juga memperkuat sarana pembelajaran melalui program revitalisasi sekolah. Selain itu, sekolah-sekolah di wilayah terpencil juga diberi bantuan akses internet berbasis satelit Starlink dengan dukungan anggaran sekitar Rp 430 juta.
(faz/nwk)