Gubernur Anwar Hafid ‘All Out’ untuk Pendidikan, Program Berani Cerdas Tanggung UKT hingga S3 - Mantranews

PALU, Mantranews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalokasikan sekitar Rp351 miliar untuk Program Berani Cerdas pada 2026.
Program unggulan Gubernur Anwar Hafid itu menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa asal Sulteng, mulai jenjang Diploma, S1, S2, S3 hingga pendidikan dokter spesialis.
Program yang mulai berjalan sejak April 2025 tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa aktif yang sedang menempuh pendidikan. Cakupannya diperluas untuk memastikan akses pendidikan tinggi tidak terhambat persoalan biaya.
Anggaran Berani Cerdas Naik Signifikan
Pada tahun pertama pelaksanaan, Pemprov Sulteng mengalokasikan lebih dari Rp84,93 miliar dan menjangkau 23.568 mahasiswa. Pada 2026, anggarannya meningkat menjadi sekitar Rp351 miliar, dengan Rp264 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk beasiswa mahasiswa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza mengatakan peningkatan anggaran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” ujarnya.
Hingga 2026, Program Berani Cerdas telah bekerja sama dengan 387 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Jumlah pendaftar pada 2026 mencapai 27.344 orang, sehingga penerima manfaat selama dua tahun diproyeksikan mencapai sekitar 50 ribu mahasiswa.
Beasiswa S2 dan S3 untuk Kebutuhan Strategis Daerah
Anwar Hafid mengatakan beasiswa Berani Cerdas untuk jenjang magister dan doktoral diarahkan pada bidang keilmuan yang menjadi kebutuhan strategis Sulawesi Tengah. Bidang tersebut antara lain kedokteran spesialis, pertambangan, keperawatan, notariat, profesi insinyur, dan tenaga ahli strategis lainnya.
Penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Sulawesi Tengah dan mengabdi sesuai bidang keahlian setelah menyelesaikan pendidikan. Skema tersebut diharapkan membuat investasi pemerintah di sektor pendidikan sekaligus memperkuat kebutuhan tenaga profesional di daerah.
Anwar menilai Program Berani Cerdas bukan sekadar janji kampanye, melainkan kebijakan strategis untuk memperluas pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM.
“Kita semua yakin masa depan daerah ini bukan ditentukan oleh SDA, tetapi setinggi apa SDM yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.
Menurut Anwar, belum ada pemerintah provinsi lain di Indonesia yang menjalankan program dengan cakupan serupa.
“Saya kira di Indonesia ini belum ada provinsi yang bisa memberi program sebanyak ini,” ujarnya.
Tak Hanya Beasiswa Mahasiswa
Program Berani Cerdas juga mencakup sejumlah dukungan pendidikan lainnya, mulai dari siswa SMA/SMK, tenaga pendidik, bantuan seragam, internet satelit untuk wilayah terpencil hingga Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Anwar mengatakan kebijakan tersebut berangkat dari pengalaman keluarganya yang dahulu menghadapi keterbatasan biaya pendidikan.
“Orang tua saya dulu kesulitan untuk bisa menyekolahkan anaknya. Dan saat ini saya tidak ingin itu terjadi kepada semua anak-anak di Sulawesi Tengah. Biarlah uang habis untuk pendidikan jika hanya itu yang bisa dilakukan,” kata Anwar berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (7/7/2026).
(Red/Mantranews.id)