Apa itu Metode Hoist, Evakuasi Dilakukan Pagi Ini terhadap 4 Korban KM Virgo yang Berada di Tugboat - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Empat korban terbaliknya KM Virgo Transport 8 hingga Senin (14/9/2026) kemarin diketahui masih berada di tugboat Transcoal Pacific.
- Mereka belum dapat dievakuasi lantaran kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
- Rencananya keempat korban yang masih berada di tugboat tersebut akan dievakuasi hari ini, Selasa (15/8/2026).
TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN – Empat korban terbaliknya KM Virgo Transport 8 hingga Senin (14/9/2026) kemarin diketahui masih berada di tugboat Transcoal Pacific.
Mereka belum dapat dievakuasi lantaran kondisi cuaca yang tidak memungkinan.
Awalnya ada enam korban yang masih berada di tugboat.
Namun 2 korban lain telah dievakuasi terlebih dahulu.
Baca juga: Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo dari Laut Jawa, Sempat Terkendala Angin
Dua korban itu dievakuasi pada Senin menggunakan dua helikopter, masing-masing milik Basarnas dan Kepolisian.
"Dari enam ini, dua sudah kita evakuasi," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI dalam konferensi pers, Senin (14/9/2026) malam.
Rencananya keempat korban yang masih berada di tugboat tersebut akan dievakuasi hari ini, Selasa (15/9/2026).
"Rencana empat korban yang masih berada di kapal tersebut kita rencanakan besok (Selasa) dievakuasi menggunakan udara," kata Mohammad Syafii, Senin (14/9/2026) malam.
Evakuasi dilakukan dengan catatan kondisi cuaca memungkinkan.
Kapal tugboat atau biasa disebut kapal tunda adalah jenis kapal berukuran relatif kecil namun memiliki tenaga mesin yang sangat besar.
Kapal ini dirancang khusus untuk mendorong, menarik, atau mengarahkan kapal-kapal berukuran besar saat melakukan manuver di area pelabuhan, perairan sempit, atau alur pelayaran.
PT Transcoal Pacific Tbk adalah perusahaan pelayaran dan logistik laut Indonesia yang banyak menangani batubara dan kargo curah, termasuk melalui sistem tug & barge.
Perusahaan didirikan pada 15 Januari 2007.
Untuk mengevakuasi korban dari tugboat, tim akan menggunakan metode hoist dengan bantuan net yang diangkat menggunakan helikopter.
Meski demikian, kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses evakuasi menggunakan helikopter.
Tim gabungan berharap cuaca membaik sehingga proses evakuasi dapat dilakukan sesuai rencana.
Apa itu Metode Hoist
Metode hoist adalah teknik mengangkat korban secara vertikal menggunakan tali, wire, harness/stretcher, dan sistem lifting menuju tempat yang lebih aman.
Metode evakuasi ini dengan cara mengangkat korban dari bawah ke atas menggunakan sistem pengangkatan.
Metode hosit biasanya digunakan ketika korban berada di tempat yang sulit dijangkau melalui jalur horizontal.
Pada tugboat, metode ini dapat relevan ketika korban berada di engine room, tanki, steering gear room, atau ruang terbatas lainnya.
Dua Kapal Sempat Benturan saat Proses Transfer
Sementara itu proses evakuasi 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 yang berada di kapal kayu KM Cahaya Bahari sempat terkendala kondisi gelombang laut, Senin (14/9/2026).
Mohammad Syafii mengatakan, kapal kayu yang membawa 22 korban tersebut tidak berani mendekat ke kapal yang akan membawa mereka menuju Banjarmasin karena kondisi ombak terlalu besar.
"Tadi pagi pada saat transfer dengan kapal yang akan mengangkut ke sini, karena ombak yang terlalu besar tidak berani mendekat," ujar Syafii.
Meski demikian, upaya transfer tetap dilakukan, meski proses pemindahan korban tidak berjalan mulus.
Bahkan dua kapal sempat mengalami benturan saat proses transfer.
"Pada saat kita transfer dua kapal kita ada yang sempat berbenturan sehingga harus dilaksanakan perawatan," katanya.
Karena kondisi tersebut, Syafii mengatakan, proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal kecil untuk memindahkan korban menuju KRI Nala.
Setelah itu, KRI Nala bergerak membawa korban menuju Banjarmasin.
Namun, kapal tersebut tidak dapat langsung bersandar di Pelabuhan Trisakti karena ukurannya.
"Karena memang besarnya kapal tersebut tidak mungkin untuk bisa bersandar di dermaga ini. Sehingga harus dilaksanakan transfer yang ulang kepada kapal KAL Kumai milik TNI Angkatan Laut juga," jelasnya.
Saat konferensi pers berlangsung, proses pemindahan korban dari KRI Nala ke KAL Kumai masih dilakukan.
KAL Kumai direncanakan tiba di Pelabuhan Trisakti pada Selasa (15/9/2026) pagi.
Kronologi Kecelakaan KM Virgo
- Sabtu (12/9/2026)
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin, membawa sekitar 243 orang.
- Minggu dini hari (13/9/2026)
Kapal memasuki perairan sekitar Masalembo, Laut Jawa, ketika kondisi cuaca dan gelombang buruk.
- Sekitar pukul 01.20 Wita
Berdasarkan keterangan dari penumpang selamat, kapal tiba-tiba miring ke kiri dengan cepat.
Ada keterangan bahwa kapal sempat terkena hantaman ombak dari sisi kanan.
Namun, penyebab pastinya masih diselidiki.
- Sekitar pukul 02.00 Wita
Komunikasi dengan kapal hilang/kontak terputus.
Tim SAR kemudian bergerak mencari kapal.
Kapal-kapal lain di sekitar lokasi juga membantu mengevakuasi penumpang.
KM Virgo Transport 8 akhirnya ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Masalembo.
Korban mulai dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
Hingga Senin (14/9/2026), laporan yang diperbarui menyebut 108 orang selamat, 6 meninggal, dan 129 masih dalam pencarian.
Angka ini masih dapat berubah karena operasi SAR masih berlangsung.
Penulis: (BanjarmasinPost.co.id/Muhammad Syaiful Riki) (Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul 4 Korban KM Virgo Transport 8 Masih di Tugboat, Tim Gabungan Targetkan Evakuasi Jalur Udara Pagi Ini
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Gelombang Besar jadi Kendala Evakuasi 22 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 ke Banjarmasin