Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Spesial

    Belitung Catat 582 Kejadian Bencana 2026, Karhutla Jadi Kasus Terbanyak - Belitung Pos

    3 min read

     

    Kamis 03-09-2026,08:36 WIB

    Reporter: Yudiansyah/BE |

    Editor: Govin

    Belitung Catat 582 Kejadian Bencana 2026, Karhutla Jadi Kasus Terbanyak

    Petugas Damkar BPBD Belitung dibantu personel TNI saat memadamkan api yang membakar salah lokasi kawasan hutan, Sabtu (29/8/2026)-(Foto: Ist)--

    BABELPOS.ID, TANJUNGPANDAN – Kabupaten Belitung mencatat 582 kejadian bencana dan penanganan penyelamatan sepanjang 2026.

    Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian yang paling banyak ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung.

    Data tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, dalam kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainuddin, Rabu (2/9/2026).

    BACA JUGA:Rekomendasi 5 Jam Tangan Tangguh untuk Kamu yang Hobi Kegiatan Alam

    Zainal menjelaskan, dari total 582 kejadian tersebut, sebanyak 279 merupakan karhutla.

    Angka ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi salah satu persoalan kebencanaan yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Belitung.

    Selain karhutla, BPBD Belitung juga mencatat 281 kejadian penyelamatan sepanjang 2026.

    Kemudian terdapat 10 kejadian kebakaran bangunan, lima kejadian kebakaran lainnya, empat kejadian angin kencang, serta tiga kejadian banjir rob.

    BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Babel Koordinasikan Persiapan Benchmarking Administrasi Kekayaan Intelektual ke Denmark

    Tingginya jumlah kejadian tersebut menjadi alasan BPBD Belitung terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

    Upaya penanggulangan bencana dinilai tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi.

    BPBD Dorong Kesiapsiagaan Sejak Dini

    Menurut Zainal, masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai potensi bencana di lingkungan masing-masing.

    Kesiapsiagaan sejak sebelum bencana terjadi dinilai dapat mengurangi risiko serta dampak yang mungkin ditimbulkan.

    Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

    Sumber:

    Komentar
    Additional JS