Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Juara Pendidikan Spesial

    Berhasil Rakit Lampu dalam 20 Menit, Siswi Kelas 1 SDN 2 Maitara Dapat Sepatu - Kompas

    6 min read



    TIDORE, KOMPAS.com - Senyum semringah terpancar dari wajah Khuraisin, siswa kelas I SDN 2 Maitara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, saat menerima hadiah sepasang sepatu Brodo dari Relawan Jagat Literasi, Rabu (23/9/2026).

    Sepatu tersebut menjadi hadiah, setelah Khuraisin berhasil menjadi salah satu siswa tercepat dalam merakit lampu pijar menggunakan kit STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dari MR.DIY.

    Dalam kegiatan tersebut, para siswa ditantang merakit kit STEM secara cepat dan tepat.

    Pemenangnya ditentukan berdasarkan kecepatan merakit, ketepatan pemasangan komponen, serta kemampuan membuat lampu menyala.

    Mengenal Ranpur MLRS 90 B TNI AL Buatan China, Mampu Tembakkan Roket Lewat Sistem Otomatis

    Baca juga: Bupati Pasuruan Ungkap Strategi Perkuat Literasi: Digitalisasi Perpustakaan hingga Perbaikan Sekolah

    “Kita bagikan kit STEM-nya ya, tapi jangan dibuka dulu. Biar adil kita buka bersama-sama. Karena siapa tercepat kemudian merakit dengan benar, berfungsi dengan baik dan lampunya menyala, dia yang menang. Dapat hadiah sepatu,” kata Relawan Jagat Literasi Kompas.com, Haidar Naufal.

    Setelah kit dibagikan dan aba-aba diberikan, Khuraisin hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan rangkaian tersebut.

    Ia kemudian mengangkat tangan sebagai tanda telah selesai dan diminta maju ke depan untuk menunjukkan hasil rakitannya.

    Tim Jagat Literasi selanjutnya memeriksa satu per satu komponen yang telah dipasang.

    “Tunggu ya, kakak cek dulu apakah sudah sesuai. Semua terpasang dengan baik, dan sakelar on-off juga berfungsi, lampu juga menyala. Kamu berhasil,” ujar Haidar.

    Baca juga: Guru SDN Pasrepan 3 Pasuruan Ungkap Tantangan Literasi dan Penggunaan Gadget Siswa

    Khuraisin berhasil mengungguli tiga siswa laki-laki dan dua siswa perempuan lainnya dalam tantangan tersebut.

    Ia mengaku tidak mengalami kesulitan saat merakit lampu pijar karena sebelumnya pernah melakukan hal serupa di rumah.

    “Tidak susah, karena pernah bikin begini juga di rumah, mama pernah beli Sin punya. Hanya pasang baterai yang Ibu Guru bantu, semuanya Sin yang pasang,” kata Khuraisin.

    Meski belum bisa langsung digunakan, hadiah sepatu tersebut tetap membuat Khuraisin senang.

    Ia mengatakan akan menyimpannya terlebih dahulu karena ukuran sepatu yang diterimanya terlalu besar untuk kakinya.

    “Sin mau simpan dulu sepatunya biar pas di kaki, kebesaran ukuran 37,” tuturnya.

    Ingin Jadi Guru

    Selain menyukai kegiatan merakit, Khuraisin juga mengaku senang membaca buku, terutama buku cerita.

    Hobi tersebut sejalan dengan cita-citanya untuk menjadi seorang guru.

    “Suka baca buku cerita. Kalau cita-cita ingin jadi guru, biar bisa mengajar orang lain,” ujar Khuraisin.

    Baca juga: Literasi Siswa SDN Galih 2 Pasuruan Turun, Jagat Literasi Kompas.com Disambut Antusias

    Sementara itu, Kepala SDN 2 Maitara, Kabir Mahmud, mengatakan bahwa penyampaian materi dalam kegiatan Jagat Literasi Kompas.com oleh relawan lebih mudah dipahami oleh para siswa.

    Ketika ditanya, apa yang sangat dibutuhkan sekolah saat ini, Kabir mengatakan untuk koleksi buku di sekolahnya saat ini sudah cukup memadai.

    Menurut dia, penambahan koleksi buku selama ini turut didukung melalui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

    “Kalau buku-buku kami rasa cukup ya karena back up dari dana BOS. Sebenarnya, kami sangat membutuhkan alat-alat peraga dan baju menari daerah,” kata Kabir.

    Bagian dari Ekspedisi "Dari Kata ke Nyata"

    Kegiatan merakit lampu pijar tersebut merupakan bagian dari rangkaian Ekspedisi "Dari Kata ke Nyata" Jagat Literasi Kompas.com di SDN 2 Maitara.

    Dalam kegiatan itu, para siswa tidak hanya diajak merakit kit STEM dari MR.DIY.

    Mereka juga mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari ice breaking, membaca cerita bersama, hingga menggambar pola.

    Baca juga: Cerita dari Pulau Uang Seribu: Keseruan Siswa SDN 1 Maitara Belajar Literasi dan STEM

    Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar melalui aktivitas yang bersifat langsung dan interaktif, sekaligus mengenalkan konsep STEM melalui praktik sederhana.

    Disambut Tarian Lalayon

    Kreativitas siswa SDN 2 Maitara juga terlihat sejak tim Jagat Literasi Kompas.com tiba di halaman sekolah.

    Kedatangan tim disambut dengan tarian Lalayon yang dibawakan enam siswa. Mereka menampilkan gerakan yang lincah dan kompak.

    Relawan Jagat Literasi Kompas.com, Diamanty Meiliana, mengaku terharu melihat sambutan tersebut. Ia mengatakan tim Jagat Literasi tidak menyangka akan mendapat sambutan semeriah itu.

    "Saya tidak menyangka mendapatkan sambutan seperti ini. Jujur saja saya sangat terharu," kata Diamanty.

    Diamanty berharap aktivitas literasi yang dilakukan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para siswa.

    "Melalui aksi literasi ini, nantinya kami berharap bisa memberikan ilmu baru dan adik-adik menjadi generasi bangsa yang lebih baik lagi," harapnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS