Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Blue Fire Featured Lintas Peristiwa Papandayan Spesial

    Blue Fire Terlihat di Gunung Papandayan, Potensi Bahaya sedang Dianalisis - Metro tv

    3 min read

     


    Garut: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyampaikan tim Badan Geologi telah turun ke lapangan untuk memeriksa dan menganalisis fenomena nyala biru atau blue fire di Gunung Papandayan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui karakteristik fenomena tersebut sekaligus potensi bahayanya.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan pemeriksaan lapangan masih dilakukan oleh tim Badan Geologi.

    "Saat ini tim Badan Geologi sedang melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui dan menganalisis fenomena nyala biru yang teramati di Gunung Papandayan beserta potensi bahayanya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh di Garut, seperti dilansir Antara, Jumat, 25 September 2026.

    Aah mengatakan BPBD Garut menerima informasi mengenai kemunculan nyala berwarna biru-ungu di sejumlah titik kawasan Gunung Papandayan pada 23 September 2026. Pendaran tersebut terlihat dengan sebaran yang cukup luas.

    Sehari kemudian, pada 24 September 2026, nyala yang terlihat mulai berkurang dan lebih terkonsentrasi. Warna pendarannya juga berubah menjadi biru-putih. Fenomena tersebut diinterpretasikan sebagai blue fire yang berkaitan dengan pembakaran belerang di area solfatara.
     


    Meski demikian, penyebab pasti munculnya nyala di setiap titik belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman visual.

    "Penyebab pasti nyala di setiap titik belum dapat ditentukan hanya dari rekaman visual," katanya.

    Aah menegaskan kemunculan fenomena tersebut tidak mengubah status aktivitas Gunung Papandayan. Gunung tersebut masih berada pada Level I atau Normal.

    Meski status aktivitas tetap Level I, fenomena nyala biru menjadi perhatian karena lokasinya berada di jalur pendakian Pos 7. Potensi keberadaan gas beracun di sekitar lokasi juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.


    Suasana kawasan kawah Gunung Papandayan yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan kemunculan api biru (blue fire) pada 24 September 2026. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)

    BPBD Garut telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan wisata untuk melakukan pengecekan terhadap pengunjung di area kemah Pondok Saladah dan Goober Hood. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan pengunjung di lokasi tersebut.

    "Arahan lanjutan agar sementara antisipasi hal yang tidak diharapkan pada pengujung terutama efek samping dari gas beracun," katanya.

    BPBD Garut mengingatkan masyarakat dan pengunjung tidak mendekati kawah aktif, terutama kawasan yang terdapat fenomena blue fire. Jarak aman yang dianjurkan mencapai 500 meter dari kawah aktif.

    Aah juga menyampaikan kemunculan bau belerang cukup kuat di kawasan tersebut. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi maupun pemerintah daerah.

    "Bau menyengat dari belerang itu memang biasa terjadi di kondisi kawah yang masih aktif. Untuk rekomendasi dari Badan Geologi untuk tidak beraktivitas di jarak 500 meter dari kawah-kawah aktif di Gunung Papandayan," katanya.

    Komentar
    Additional JS