Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hutan Mangrove Paus Riau Spesial

    Bangkai Paus 4 Ton Ditemukan Terdampar di Hutan Mangrove Riau - Kompas

    4 min read



    PEKANBARU, KOMPAS.com - Warga Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, digemparkan dengan penemuan bangkai paus raksasa di kawasan hutan mangrove Sungai Bahale, Rabu (23/9/2026) malam.

    Mamalia laut berukuran jumbo itu ditemukan tersangkut di antara akar bakau dalam kondisi sudah membusuk.

    Kapolres Inhil, AKBP Donny Eko Listianto, membenarkan penemuan itu.

    Laporan pertama diterima dari warga sekitar pukul 22.40 WIB.

    Kerja Sama Para Paus Pembunuh di Teluk California

    "Panjang paus 8 meter dengan bobot mencapai 4 ton," sebut Donny kepada wartawan melalui pesan Whatsapp, Jumat (25/9/2026).

    Baca juga: Cegah Bau Busuk, Bangkai Hiu Paus yang Terdampar di Wakatobi Dibakar

    Saat ditemukan, posisi bangkai paus membujur kaku dan terjebak di tengah lebatnya vegetasi mangrove.

    Karena ukurannya yang sangat besar, kata Donny, sebagian tubuhnya terbenam di lumpur, sementara sisanya menyembul di permukaan.

    Donny menjelaskan, identifikasi tidak bisa langsung dilakukan pada malam kejadian.

    Baca juga: Marah Besar Sawah di Bekasi Kering, Menteri PU Semprot Dirjen SDA

    Selain medan yang sulit dan minim penerangan, lokasi penemuan juga cukup terisolasi dan jauh dari permukiman.

    Habitat Buaya

    Faktor keamanan menjadi alasan lain. Kawasan mangrove Sungai Bahale dikenal sebagai habitat buaya muara.

    Polisi khawatir bau busuk bangkai yang sudah mati beberapa hari itu akan mengundang predator.

    Baca juga: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

    "Proses identifikasi mendalam belum bisa langsung dilakukan karena kendala medan dan penerangan yang sangat minim," ujarnya.

    Saat ini Polres Inhil telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan dinas kelautan setempat untuk memastikan jenis spesies paus dan penyebab kematiannya.

    Polisi juga telah mengamankan lokasi untuk mencegah warga mendekat.

    Hal ini untuk menghindari dampak kesehatan akibat bakteri dari bangkai yang membusuk.

    Baca juga: Paus Terdampar di Pantai Selatan Cianjur, Sudah Dipotong Warga Sebelum Petugas Datang

    "Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat, memotong, atau mengambil bagian tubuh bangkai. Serahkan penanganannya kepada tim ahli," tegas Donny.

    Petugas masih menunggu tim ahli untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap bangkai paus tersebut.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Makam Kuno di Waduk Gajah Mungkur: Kelihatan Saat Kemarau, Tenggelam Lagi di Akhir Tahun

    Komentar
    Additional JS