BMKG Sebut Dentuman di Bandung Tak Terkait Erupsi Anak Krakatau, Ini Alasannya - Warta Ekonomi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341099/original/097040100_1788580557-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_10.51.40.jpeg)
Jarak yang sangat jauh hingga arah angin menjadi alasan aktivitas Anak Krakatau dinilai tidak memungkinkan terdengar hingga Kota Bandung.
Jadi Intinya
- BMKG menyatakan dentuman di Bandung tidak terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Jarak dan arah angin tidak memungkinkan suara Krakatau terdengar hingga Bandung.
- BMKG menduga dentuman adalah fenomena skyquake atau gas Danau Purba Bandung.
Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut suara dentuman yang terdengar di Bandung dan sekitarnya tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan.
Jarak yang sangat jauh hingga arah angin menjadi alasan aktivitas Anak Krakatau dinilai tidak memungkinkan terdengar hingga Kota Bandung.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan, pihaknya hanya menerima laporan dentuman dari wilayah Bandung dan sekitarnya. Sementara itu, tidak ada laporan serupa dari Jakarta dan Bogor yang secara geografis lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau.
“Kalau Bandung terlalu jauh untuk mendengar aktivitas Krakatau,” kata Suaidi saat konferensi pers, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Suaidi, dentuman memang terdengar di sejumlah wilayah yang berada lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau, seperti Pantai Carita. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan laporan dari Bandung.
“Memang dentuman juga terdengar di perbatasan Krakatau, seperti Pantai Carita, tapi ini (Bandung) terlalu jauh. Bahkan Jakarta-Bogor saja tidak dengar dentuman,” ujarnya.
Suaidi juga menepis dugaan suara dentuman di Bandung merupakan aktivitas Anak Krakatau yang terbawa angin. Menurut dia, arah angin saat ini justru bergerak dari tenggara menuju barat.
“Saat ini angin tenggara mengarah ke barat. Artinya kalau memang berasal dari vulkanik, secara fisika tidak memungkinkan,” jelasnya.
Diduga Fenomena Skyquake
Lantas, apa yang menyebabkan dentuman tersebut? BMKG untuk sementara menduga suara yang terdengar di langit Bandung dan sekitarnya merupakan fenomena skyquake, meski penyebab pastinya masih belum diketahui.
“Secara fisika, letusan Krakatau seharusnya tidak terdengar di Kota Bandung. Makanya ini masih misteri sehingga disebut skyquake,” kata Suaidi.
Suaidi menyebut sejumlah kemungkinan masih perlu dikaji untuk mengetahui sumber suara tersebut. Salah satunya berkaitan dengan pelepasan gas metana dari endapan Danau Purba Bandung.
“Karena Bandung berkembang di atas Danau Purba. Danau Purba menghasilkan endapan danau yang terjebak. Ada jejaknya di Ranca Upas, Gedebage. Untuk menjawab itu, perlu kajian,” tuturnya.
Fenomena dentuman serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan terjadi di Bogor pada 2020. Saat itu, penyebab suara tersebut juga belum dapat dipastikan.
“Hampir sama seperti sekarang, tidak ada ditemukan penyebabnya. Fenomena alam, dentuman di langit yang cerah,” ujar Suaidi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6