Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BMKG Featured Lintas Peristiwa Spesial

    BMKG Sebut Dentuman Misterius di Bandung Fenomena Gempa Langit -Kompas

    4 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan dentuman yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk yang terasa di Bandung, merupakan fenomena skyquake atau gempa langit.

    "Di Bandung Raya, dan sekitarnya kami definisikan sebagai skyquake atau dentuman langit," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Suaidi Ahadi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

    Suaidi mengatakan, fenomena ini masih belum bisa dijelaskan secara akademis karena tidak tercatatnya aktivitas kegempaan dan juga petir di Bandung.

    Baca juga: Dentuman Keras dan Gemuruh terdengar di Bandung, Tembok dan Kaca Bergetar

    "Tapi kenapa terjadi dentuman? Itu fenomena alam yang memang masih menjadi misteri bagi kita. Makanya disebut dengan skyquake," jelasnya.

    Gletser Himalaya Menghitam, Banjir Dahsyat Ancam Nepal, China hingga India

    Dia menyebut, ada beberapa literatur yang menyatakan bahwa adanya aktivitas gas metana di Danau Purba.

    "Tapi itu masih menjadi kecurigaan kita," ucapnya.

    Baca juga: BMKG Waspadai Potensi Banjir Jakarta 2020 Terjadi Lagi di Akhir 2024

    Suaidi menjelaskan suara dentuman terdengar di wilayah Kota Bandung Raya dan sekitarnya pada Jumat-Sabtu (4-5 September 2026) sekitar jam 23.00 sampai jam 05.00 WIB.

    "BMKG Stasiun Bandung telah melakukan pengecekan terhadap data monitoring kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, dan magnet bumi," jelas dia.

    Berdasarkan hasil pemantauan dari data kegempaan BMKG, kata Suaidi, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di Bandung.

    Baca juga: BMKG Sebut Dentuman di Bandung Tak Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penyebab Belum Terjawab

    "Berdasarkan pemantauan data magnet bumi pada tanggal 4 September jam pukul 23.00 sampai jam 02.00 teramati adanya gangguan anomali magnetik yang terekam, dan itu kami curigai dari aktivitas Gunung Api Krakatau," jelasnya.

    Sementara itu, aktivitas juga petir berkumpul di sekitar Gunung Krakatau.

    Sedangkan di Bandung Raya dan sekitarnya tidak memiliki aktivitas petir yang signifikan.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Gempa Beruntun Guncang Indonesia. Lampung Waspadai 3 Sesar dan Anak Krakatau

    Komentar
    Additional JS