Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BMKG Featured Lintas Peristiwa Selat Sunda Spesial

    BMKG Ungkap Gelombang Selat Sunda Capai 4 Meter saat 5 Jurnalis Hilang - IDN Times

    37 min read

     

    LAMPUNG Masuk/Daftar Masuk/Daftar For You Indonesia Summit 2026 Soccer Times Iklanin di IDN INSIDENESIA Yuk Pilih ! #LokalBerdaya Profil Dokter Quiz Join Community

    11 Sep 2026, 12:33 WIB

    Bandar Lampung

    BMKG Ungkap Gelombang Selat Sunda Capai 4 Meter saat 5 Jurnalis Hilang

    Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung).

    Intinya Sih

    • BMKG Maritim Lampung mencatat gelombang Selat Sunda bagian selatan mencapai 2,5–4 meter saat speedboat yang membawa lima jurnalis menuju Gunung Anak Krakatau berlayar.
    • Peringatan dini telah dikirim sehari sebelum kejadian untuk periode 6–9 September 2026, lalu diperbarui pada 11–14 September karena gelombang tinggi masih berlanjut.
    • Lima jurnalis bersama nakhoda, dua ABK, dan pemandu masih hilang kontak; tim SAR gabungan dari Banten dan Lampung, Polri, serta TNI AL melakukan pencarian.

    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Bandar Lampung, IDN Times - Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengungkap kondisi gelombang tinggi terjadi di perairan Selat Sunda saat lima jurnalis berangkat menuju Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat.

    Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Putu Ray mengatakan, kondisi gelombang di perairan Selat Sunda bagian selatan saat kejadian dalam kategori tinggi diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

    "Pada saat kejadian tersebut kami sudah memberitahukan peringatan dini, bahwa di daerah Selat Sunda bagian selatan itu termasuk dalam kategori tinggi, dimulai dari 2,5 hingga 4 meter," ujarnya dimintai keterangan, Jumat (11/9/2026).

    1. 1. BMKG sudah keluarkan peringatan dini

      IMG-20260909-WA0002.jpg

      Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung).

      Putu menjelaskan, peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi disampaikan BMKG sehari sebelum kejadian. Menurutnya, kondisi gelombang tinggi saat itu terjadi dalam rentan waktu sejak 6 September hingga 9 September 2026.

      "Pada H-1 pada saat kejadian, kami telah mengirimkan warning-nya. Baru setelah periode tersebut, BMKG kembali memperbarui peringatan dini untuk wilayah perairan yang sama," jelasnya.

    2. 2. Gelombang tinggi berlanjut hingga 14 September

      Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

      Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

      Lebih lanjut Putu menyampaikan, kondisi gelombang tinggi tidak hanya terjadi pada saat lima jurnalis berangkat menuju Anak Krakatau. BMKG masih mengeluarkan peringatan dini untuk periode berikutnya.

      "Pada hari ini kami sudah meng-update lagi untuk peringatan dini dimulai dari tanggal 11 hingga 14, itu masih termasuk dalam kategori tinggi di perairan Selat Sunda bagian selatan," jelasnya. Dengan demikian, kondisi gelombang tinggi di kawasan tersebut berlangsung dalam beberapa hari dan perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran.

      "Ini harus diwaspadai, khusus terkait aktivasi pelayaran," lanjut dia.

    3. 3. Para korban masih dalam pencarian

      Kelima korban jurnalis swafoto sebelum melakukan penyeberangan ke perairan Selatan Sunda diduga hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa).

      Kelima korban jurnalis swafoto sebelum melakukan penyeberangan ke perairan Selatan Sunda diduga hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa).

      Kelima jurnalis diketahui berada dalam speedboat tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Keberangkatan mereka disertai tiga ABK yakni Warta (55) selaku nakhoda, Surakman (60) sebagai ABK, serta Heriyanto (49) sebagai pemandu.

      Para korban hingga kini masih dinyatakan hilang kontak dan tengah dalam upaya operasi pencarian oleh tim SAR gabungan dari Banten maupun Lampung, termasuk melibatkan Polri hingga TNI AL.

    Curated For You

    • Nelayan Pulau Sebesi ke Koordinat Terakhir 5 Jurnalis Hilang, tapi Nihil

    • Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal hingga Laut Lepas

    Topics

    Editorial Team

    Febriana Sintasari

    • Itera Resmi Punya ULD, Ini Fokus Layanan untuk Mahasiswa Disabilitas

    • BMKG Ungkap Gelombang Selat Sunda Capai 4 Meter saat 5 Jurnalis Hilang

    • Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Rp68 Miliar, Ada 44 Juta Rokok Ilegal

    • Udara Bandar Lampung Normal, Aktivitas Gempa Anak Krakatau Masih Terjadi

    • Anggota Polda Sumsel Hilang saat Kawal Tongkang, SAR Perluas Pencarian

    • Harga Emas Lampung 11 September 2026, Antam Makin Mahal?

    • Kondisi Perairan Lampung 11 September 2026, Potensi Gelombang Tinggi

    • Tempuh Jalur Laut Lawan Dewa, Aksi Unik Pemain Bhayangkara FC di Kapal

    • Prakiraan Cuaca Lampung 11 September 2026, Potensi Angin Kencang

    • Robustera Buatan Mahasiswa Itera Pangkas Pengeringan Kopi Cuma 2 Jam

    • Nelayan Pulau Sebesi ke Koordinat Terakhir 5 Jurnalis Hilang, tapi Nihil

    • KBM Daring PAUD-SMP Balam hingga 12 September, SMA Besok Tatap Muka

    • Update Erupsi GAK: OMC 2 Sorti, Bisa Diperpanjang hingga 12 September

    • Feline Putranto, Pelajar Lampung Juara 2 Kompetisi Piano di Taiwan

    • Festival Desa Lestari Pesawaran, Pentingnya Jaga Lingkungan dan Hutan

    • Efek Erupsi Anak Krakatau, Tangkapan Nelayan Balam Turun 40 Persen

    • Keluarga Serahkan Pelaku Pembunuhan di Lampura ke Kantor Polisi

    • Profil Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, Kapolresta Bandar Lampung Baru

    • Polda Lampung Kerahkan 15 Personel Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

    • Harga Emas Antam dan Perhiasan Lampung 10 September 2026, Naik Tipis

    Kondisi Perairan Lampung 11 September 2026, Potensi Gelombang Tinggi

    11 Sep 2026, 08:03 WIB

    Bandar Lampung

    Kondisi Perairan Lampung 11 September 2026, Potensi Gelombang Tinggi

    Bandar Lampung

    Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris)

    Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Jumat (11/9/2026) berdasarkan prakiraan terbaru BMKG Maritim cukup bervariasi. Perairan di sisi barat Lampung dan Samudra Hindia perlu mendapat perhatian karena gelombang diprakirakan mencapai 2,5 meter–2,8 meter (tinggi).

    Komentar
    Additional JS