Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BNPB Featured Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Spesial

    BNPB Sebut Karhutla Mendominasi Bencana di Indonesia, Berikut Ini Daerahnya - SindoNews

    11 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Sabtu, 05 September 2026 - 16:56 WIB

    BNPB Sebut Karhutla...

    BNPB menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi bencana di Indonesia. Foto/SindoNews

    A A A

    JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, pada periode Jumat sampai Sabtu (4-5/9/2026) kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) masih mendominasi bencana di Indonesia. Berdasarkan pantauan, Karhutla terjadi di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Utara, hingga Jawa Timur.

    "Kejadian baru karhutla dilaporkan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 4 September 2026. Kebakaran berdampak pada sekitar 17,81 hektare lahan. Wilayah terdampak meliputi Desa Buding di Kecamatan Kelapa Kampit, Desa Padang di Kecamatan Manggar serta Desa Sukamandi di Kecamatan Damar," ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

    Menurut Berton, karhutla terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis, 3 September 2026 malam. Kebakaran berdampak pada sekitar 8,5 hektare lahan yang tersebar di Desa Air Putih, Kelurahan Sungai Daeng, Desa Air Belo dan Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok.

    Baca juga: Karhutla di Kalbar Masih Terjadi, 370 Hektare Lahan Masih Terbakar

    Di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, karhutla terjadi pada Kamis, 3 September 2026 pukul 08.10 WITA. Kebakaran berdampak pada sekitar 9 hektare lahan, meliputi Desa Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur seluas sekitar delapan hektare dan Kelurahan Tanjung Selor Timur di Kecamatan Tanjung Selor seluas sekitar satu hektare.

    Karhutla juga terjadi di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, berdampak pada sekitar empat hektare lahan di RPH Bungkal BKPH Ponorogo Timur KPH Lawu DS, Desa Gunung Wari, Kecamatan Bungkal. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman. Di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, karhutla terjadi pada Kamis (03/09) di kawasan Hutan Gunung Kendeng. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan, luas lahan terdampak sekitar 13 hektare dan api masih dalam penanganan serta belum sepenuhnya padam.

    Data laporan mencatat lokasi berada di Desa Malotong, Kecamatan Ampana serta Desa Sukamaju dan Desa Balingara di Kecamatan Ampana Tete. "Tim gabungan terus melakukan pemadaman terhadap kebakaran yang terjadi tersebut," tuturnya.

    Lihat video: TERPAPAR ASAP KARHUTLA! Orang Utan di Ketapang Lemas Terjabak Hingga Mati

    Berton mengungkap, pihaknya juga terus memberikan perhatian khusus terhadap 6 provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Di Provinsi Riau, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 tercatat sekitar 18.882,16 hektare, wilayah terdampak mencakup 10 kabupaten dan dua kota.

    "Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BNPB saat ini memberikan dukungan berupa satu helikopter patroli udara, satu pesawat patroli udara dan OMC serta lima helikopter water bombing," ungkapnya.

    Di Provinsi Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare. Pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20 mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat dengan jarak pandang kurang dari atau sama dengan tujuh kilometer.

    "BNPB juga telah memberikan dukungan berupa kendaraan pemadam, pompa, sepatu dan alat pelindung diri, flexible tank serta selang pemadam," bebernya.

    Berikutnya, di Provinsi Jambi, Provinsi Jambi menetapkan status Siaga Darurat karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026, sementara Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga memiliki status siaga darurat terkait karhutla. Pemantauan hotspot pada 3 September menunjukkan Jambi menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas yang perlu diwaspadai, dengan 266 titik panas berdasarkan pantauan satelit BMKG.

    "Di Provinsi Kalimantan Tengah, penanganan karhutla tetap menjadi prioritas dengan status Siaga Darurat yang berlaku di tingkat provinsi hingga 31 Oktober 2026. Sejumlah wilayah kabupaten/kota juga memiliki status penanganan karhutla, antara lain Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara, Barito Timur, Seruyan, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Lamandau, Barito Utara, Gunung Mas dan Barito Selatan," terangnya.

    Sementara itu, tambahnya, Provinsi Kalimantan Selatan juga masih menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla. Pemerintah daerah menetapkan status Siaga Darurat untuk karhutla dan kekeringan sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Status penanganan juga berlaku di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.

    "Di Provinsi Kalimantan Barat, penanganan karhutla juga terus diperkuat. Status Siaga Darurat karhutla tingkat provinsi berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026 dan saat ini terdapat status tanggap darurat karhutla di tingkat provinsi hingga 6 September 2026," katanya.

    (cip)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    10 Negara dengan Cadangan...

    10 Negara dengan Cadangan Uranium Terbesar, Juaranya Tetangga Indonesia

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Abu Vulkanik Gunung...

    Kapolda dan Pangdam...

    Seluruh Penerbangan...

    Perubahan Harga BBM...

    Terdampak Abu Vulkanik...

    KLH Intensifkan Operasi...

    Komentar
    Additional JS