Daftar 19 Sekolah Korban Keracunan Massal SPPG Kalitengah Sidoarjo, Total Korban Tembus 566 Anak - Times Indonesia

Penulis: Radiatul Husna
JAKARTA, AFU.ID - Sebanyak 19 lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terdampak kasus keracunan massal olahan katering Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Jumlah korban bergejala dari seluruh jaringan sekolah tersebut terus membengkak hingga menembus angka kumulatif 566 anak. Kasus meluas ini bersumber dari olahan menu makan siang yang dimasak dan didistribusikan oleh satu dapur terpusat yang sama pada Selasa (1/9/2026).
Klaster terbesar ditemukan di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Desa Putat, Tanggulangin, yang membawahi unit MTs Manba'ul Hikam dan MA Manba'ul Hikam dengan rentang 293 hingga 431 santri bergejala mual muntah akut. Sementara di tingkat sekolah dasar negeri, kasus dialami oleh 5 siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2. Adapun sisa korban sebanyak lebih dari 130 anak lainnya tersebar di 17 unit sekolah swasta sekitar mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA swasta.
Berikut adalah daftar lembaga pendidikan yang teridentifikasi terdampak pasokan katering SPPG Kalitengah:
Pondok Pesantren Manba'ul Hikam (Desa Putat, Tanggulangin)
Sekolah Negeri:
SDN Kalitengah 1
SDN Kalitengah 2
Sekolah Swasta Sekitar (17 Lembaga):
Mencakup 17 unit sekolah swasta penerima katering (jenjang TK Swasta, SD Swasta, SMP Swasta, hingga SMA Swasta) di kawasan Tanggulangin dan sekitarnya.
Para korban yang mengalami dehidrasi berat dan pusing langsung dilarikan ke delapan rumah sakit rujukan dan puskesmas di Sidoarjo untuk menjalani tindakan medis intensif seperti pembilasan lambung dan infus. "Kami memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis secara optimal dan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia konsumsi sedang berjalan," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga
Pakar Epidemiologi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, menyatakan bahwa pola keracunan serentak lintas sekolah ini merupakan indikasi kuat adanya kontaminasi sistemik pada dapur utama. Menurutnya, pengolahan makanan skala besar wajib menerapkan standar higiene dan sanitasi ketat untuk mencegah kontaminasi bakteri berbahaya. "Kontaminasi pada central kitchen sangat berisiko tinggi karena dampaknya langsung menyasar ribuan anak dalam waktu singkat," tegas Laura.
Saat ini operasional dapur SPPG Kalitengah telah dihentikan total oleh pihak kepolisian untuk kepentingan pengambilan sampel dan investigasi laboratorium. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjamin seluruh biaya perawatan para siswa dan santri ditanggung penuh hingga sembuh total. Pihak berwajib juga mengimbau masyarakat untuk tenang sembari menunggu hasil uji medis resmi rilis. (RHU)