SPPG Kalitengah Disetop Sementara, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo - Times Indonesia
SIDOARJO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, disetop sementara setelah ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian sementara tersebut dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sembari menunggu proses investigasi dan evaluasi terhadap dapur SPPG Kalitengah.
Wakil Koordinator Regional BGN Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, sampel makanan dari SPPG tersebut telah dibawa penyidik Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan.
“Kami akan evaluasi dapur SPPG Kali Tengah, Tanggulangin. Untuk sementara kami suspend dapur ini,” kata Teguh, Selasa (1/9/2026) malam.
Menurut Teguh, BGN juga melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri.
“Kami mengapresiasi Polresta Sidoarjo yang cepat tanggap. Saat ini kami fokus pada penanganan para korban dan investigasi penyebab kejadian,” ujarnya.
Polisi Periksa SPPG Kalitengah
Di tengah penanganan para santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, Polresta Sidoarjo mulai melakukan penyelidikan terhadap SPPG Kalitengah.
Pantauan jurnalis TIMES Indonesia di lapangan menunjukkan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing bersama sejumlah penyidik mendatangi SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Penyidik melakukan pemeriksaan di lokasi yang memproduksi makanan program MBG tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait sumber makanan yang dikonsumsi para santri serta rangkaian proses penyediaannya.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan bahwa makanan dari SPPG tersebut menjadi penyebab kejadian.
Sementara itu, penanganan medis terhadap para santri terus dilakukan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar.
Kapolresta Sidoarjo sebelumnya turut mendampingi Bupati Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo dalam pengecekan kondisi para santri di rumah sakit.
Christian Tobing juga berkomunikasi dengan sejumlah santri yang menjalani perawatan serta memberikan dukungan kepada orang tua yang mendampingi anak mereka.
“Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal,” kata Christian.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, Polresta Sidoarjo bersama pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, dan pihak terkait terus melakukan langkah penanganan untuk memastikan pelayanan medis terhadap para santri berjalan aman dan lancar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.