Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gunung Anak Krakatau Gunung Meletus Lintas Peristiwa Selat Sunda Spesial

    Daftar Lengkap Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda - IDN Times

    5 min read

     

    Basarnas mengerahkan tim untuk mencari jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda. (Dok. Istimewa)

    Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026) saat bertolak untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka menumpang satu kapal yang berangkat dari wilayah Carita, Banten.

    Basarnas menyebut identitas para jurnalis tersebut yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas). Selain itu, tiga orang lain dalam rombongan juga belum ditemukan: Warta (kapten kapal), Surakman (anak buah kapal), dan Heriyanto (pemandu).

    "Kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad, Rabu (9/9/2026).

    Berikut data delapan orang yang dilaporkan hilang kontak:

    1. Warta (Kapten Kapal), 55 tahun, laki-laki.

    Alamat: Kp. Kadaleman.

    Status: Dalam pencarian.

    2. Surakman (ABK), 60 tahun, laki-laki.

    Alamat: Kp. Pagadongan.

    Status: Dalam pencarian.

    3. Heriyanto (Guide), 49 tahun, laki-laki.

    Alamat: Kp. Karawang Legon.

    Status: Dalam pencarian.

    4. M Bagus Khoirunnas (Jurnalis ANTARA), 28 tahun, laki-laki.

    Alamat: Rangkas, Lebak.

    Status: Dalam pencarian.

    5. Arie Basuki (Jurnalis Merdeka), laki-laki.

    Status: Dalam pencarian.

    6. Yudhis (Jurnalis iNews), laki-laki.

    Status: Dalam pencarian.

    7. Daus (Jurnalis Anadolu), laki-laki.

    Status: Dalam pencarian.

    8. Donal (Pewarta freelance), laki-laki.

    Status: Dalam pencarian. 

    9 Kapal Dikerahkan untuk Mencari Jurnalis

    Upaya pencarian melibatkan sembilan kapal dari sejumlah instansi. Armada ini disiagakan dan diberangkatkan untuk menyisir perairan rute Carita hingga sekitar Anak Krakatau.

    Berikut rinciannya:

    • KN SAR Tetuka — Basarnas Banten, berangkat.
    • KRI Leuser — Lanal Banten, berangkat.
    • KRI Lepu — Lanal Banten, berangkat.
    • KAL Anyer — Lanal Banten, berangkat.
    • RBB Peucang — Lanal Banten, berangkat.
    • RIB 02 Banten — Basarnas Banten, berangkat.
    • RIB 02 Lampung — Basarnas Lampung, berangkat.
    • RIB 03 Lampung — Basarnas Lampung, berangkat.
    • KP Sanjaya — Polairud Mabes Polri, berangkat pukul 09.00.

    Kapal Layak Berlayar

    Pemilik kapal yang membawa rombongan jurnalis memastikan armada dalam kondisi layak saat meninggalkan Dermaga Pegedongan, Carita, Banten, Senin (7/9/2026). Dia menyebut keberangkatan berlangsung siang hari dan jumlah penumpang sesuai kapasitas serta dilengkapi perangkat keselamatan.

    "Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan," kata Sandi dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa (8/9/2026) malam.

    Sandi menyampaikan kondisi perairan ketika kapal berangkat tergolong normal dan armada dinilai siap berlayar.

    "Masih layak. Kapal layak untuk jalan," ujarnya.

    Dia menuturkan kapal memiliki dokumen perizinan, surat-surat kelengkapan, serta jaket pelampung untuk penumpang.

    "Untuk kelengkapan, untuk perizinan kita ada, surat-surat kapal kita ada, terus life jacket ada, Pak," katanya.

    Sandi mengaku pertama kali mengetahui kabar hilang kontak justru dari Kapolsek Carita sekitar pukul 13.00 WIB, bukan dari nakhoda kapal. Dia menambahkan kapal juga dibekali perangkat global positioning system (GPS) portabel, namun belum dapat memastikan apakah perangkat itu bisa digunakan melacak posisi.

    Setelah menerima informasi tersebut, Sandi menghubungi kerabat di sekitar Pulau Sebesi, Lampung, serta berkoordinasi dengan Basarnas dan para nelayan setempat.

    "Ya, saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sebesi, Lampung. Alhamdulillah sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya," kata dia.

    Dia menyebut perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau biasanya memakan waktu sekitar dua jam. Sandi juga membenarkan pemandu dalam rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya sekitar empat jam setelah kapal bertolak.

    "Masih ada dengan guide-nya, Pak," ujar Sandi.

    Menurut Sandi, posisi kapal saat foto itu diambil berada lebih dari tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

    Komentar
    Additional JS