Diduga Sengaja Abaikan SOP hingga 748 Orang Keracunan MBG Sidoarjo, Kepala SPPG Kalitengah Dicopot - Kompas
SIDOARJO, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Rafli Ridho. Langkah ini diambil usai ditemukannya unsur kelalaian yang disengaja dalam insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan santri di Sidoarjo.
Selain pencopotan jabatan kepala dapur, BGN juga sudah menjatuhkan sanksi suspend berat dengan menghentikan operasional SPPG Kalitengah selama 30 hari.
Wakil Kepala BGN Trenggono menegaskan bahwa pencopotan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
“Jadi dia sudah tidak bisa lagi menangani dapur karena kelalaian ataupun ketidakpatuhan terhadap SOP. Itu kan tanggung jawab Kepala Dapur,” kata Trenggono saat ditemui di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).
Bertambah, Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 566 Orang
Baca juga: 500 Santri Keracunan, Zulhas Pastikan Kepala SPPG di Sidoarjo Dipecat
Meski kepala dapur telah dicopot dan operasional dihentikan, Trenggono menyebut bahwa BGN belum memberikan sanksi kepada pemilik dapur. Fokus sanksi saat ini masih tertuju pada institusi SPPG dan penanggung jawab operasional harian.
“Bukan pemilik SP, tetapi kepala dapur yang dicopot. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan dan kepala dapurnya (dicopot),” ujar Trenggono.
Sengaja Abai SOP, Berpotensi Disuspend Permanen
Trenggono menambahkan, penelusuran BGN menunjukkan adanya unsur kesengajaan dalam pelanggaran prosedur pengolahan hingga pengiriman makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi yang jauh lebih berat apabila pelanggaran SOP terbukti dilakukan secara masif dan disengaja.
“Makanya kami lihat. Apabila dapur nanti tidak melaksanakan SOP dengan baik, kesengajaan, dan ini tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi aturan dari BGN, ya bisa kita suspend permanen,” tegasnya.
Di sisi lain, mantan Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas musibah yang menimpa ratusan penerima program MBG di Sidoarjo.
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” tutur Rafli singkat kepada wartawan, Rabu (3/9/2026).
Baca juga: BGN Minta Maaf Atas Insiden Keracunan MBG di Sidoarjo, Sanksi Sudah Diberikan
Temuan BGN: Makanan Dinikmati 7 Jam Setelah Dimasak
Unsur kelalaian yang disengaja ini diungkapkan secara mendetail oleh Kepala BGN Sudaryono. Dari hasil penelusuran awal, pihak dapur diketahui telah selesai memasak hidangan MBG sejak pukul 05.00 WIB.
Sesuai aturan dan prosedur keamanan pangan BGN, makanan yang telah selesai diolah idealnya dikonsumsi paling lambat sebelum pukul 09.00 WIB atau maksimal pukul 10.00 WIB. Namun, pihak SPPG Kalitengah justru sengaja mendistribusikan makanan melampaui batas waktu aman tersebut.
“Yang menjadi kenyataannya ya, di lapangan, itu ompreng yang harusnya dimakan sebelum jam 10.00, dikirim ke sekolah di atas jam 11.00, kalau tidak salah 11.30 apa 11.40, baru dimakan di atas jam 12.00 oleh para siswa itu,” papar Sudaryono.
Sudaryono menekankan bahwa keterlambatan fatal hingga kurun waktu lebih dari tujuh jam ini bukan sekadar insiden murni atau kecelakaan tak terduga, melainkan bentuk pelanggaran prosedur yang nyata.
“Nah, jadi Anda ini berarti ini adalah kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja,” kata Sudaryono dengan nada tegas.
Baca juga: Mabes Polri Turun Tangan Selidiki Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo
Korban Tembus 748 Orang, 20 Pasien Masih Dirawat
Insiden keracunan massal MBG di Sidoarjo ini bermula pada Selasa (1/9/2026). Ratusan santri dan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak mengalami keluhan kesehatan tak lama setelah menyantap hidangan MBG dari SPPG Kalitengah.
Selain santri Ponpes Manba’ul Hikam, sejumlah siswa dari sekolah lain di wilayah Sidoarjo yang menerima pasokan dari dapur yang sama juga mengalami gejala serupa, seperti pusing, lemas, hingga mual-mual. Para korban langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Berdasarkan data BGN hingga Jumat (4/9/2026) pukul 08.00 WIB, total korban terdampak insiden keracunan MBG di Sidoarjo ini mencapai 748 orang.
Dari keseluruhan korban, sebanyak 728 pasien di antaranya telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang usai kondisinya membaik. Sementara itu, 20 pasien sisanya hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Kepala SPPG Kalitengah Dicopot BGN Usai Keracunan MBG di Sidoarjo
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT