Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Beras Fortifikasi Berita Featured Kasus Kesehatan Spesial

    Dugaan Kasus Beras Fortifikasi Abal-Abal, Bakom Minta Pelaku Diumumkan ke Publik - Liputan6

    1 min read

     

    Konferensi pers terkait beras fortifikasi di Kantor Kementerian Pertanian (Foto: Liputan6.com/Devira)

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengurai 25 merek beras yang dilabeli sebagai beras fortifikasi bergizi namun gagal uji laboratorium di empat lembaga uji kredibel.

    Ke-25 merek tersebut mencakup Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, dan Wellfarm Beras Diabet.

    Amran membeberkan bahwa para produsen diduga memoles beras kualitas biasa menjadi beras fortifikasi untuk melipatgandakan harga jual secara drastis.

    "Harusnya harganya Rp 13.500, tapi ada yang dijual sampai Rp 57.000 per kilogram. Dan rata-rata kenaikannya, bukan kenaikan ya, maaf, mungkin ini agak kasar, itu penipuan mencapai Rp 22.000 per kilogram," beber Amran.

    Kementan mencatat salah satu kenaikan paling ekstrem terjadi pada merek berinisial WFO yang dijual seharga Rp 57.600 per kg dari harga wajar Rp 13.500 per kg, menciptakan selisih dugaan penipuan hingga Rp 44.100 per kg.

    Secara akumulatif, rata-rata harga jual beras bermasalah ini mencapai Rp 23.385 per kg dengan angka marjin penipuan rata-rata Rp 9.695 per kg.

    "Ini menyusahkan konsumen kita. Tujuan fortifikasi adalah untuk ibu hamil, menyusui, penderita stunting, dan masyarakat kurang mampu. Jadi tujuan kita tidak tercapai, kenapa justru harganya jauh lebih tinggi daripada beras premium dan medium," pungkas Amran.

    Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

    Komentar
    Additional JS