Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Eri Cahyadi Featured Kasus Kesehatan Spesial

    Eri Cahyadi Tegaskan Limbah Jarum Suntik di Sidoarjo Bukan Milik RSUD Eka Candrarini - Kompas

    3 min read

     

    SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa limbah jarum suntik yang terdapat di dalam video yang lagi viral bukan milik RSUD Eka Candrarini.

    Diketahui, akhir-akhir ini viral di media sosial video yang menunjukkan jarum suntik berserakan di saluran air exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (25/8/2026).

    Di antara tumpukan sampah jarum suntik itu juga terdapat lembar yang bertuliskan RSUD Eka Candrarini, salah satu rumah sakit daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

    Baca juga: Aksi Bersih-bersih di Pantai Kelan Bali, Pandawara Temukan Sampah Jarum Suntik

    Eri menerangkan bahwa pihaknya bersama rumah sakit dan dinas terkait telah melakukan cek lokasi langsung di lapangan dan ditemukan merek spuit jarum suntik yang digunakan RSUD Eka Candrarini berbeda dengan limbah medis tersebut.

    Eks Kepala Yayasan Sekolah Jaksel Klaim 995 Airsoft Gun untuk Ekskul Menembak, Punya Izin Baintelkam

    Spuit yang digunakan RSUD Eka Candrarini bermerek Nepro, berbeda dengan jarum suntik yang berserakan di saluran air itu.

    “Kita tidak pernah punya spet yang mereknya itu. Kita tidak punya spuit merek itu,” tegasnya, Rabu (26/8/2026).

    Baca juga: Dump Truck Misterius Buang Limbah Medis di Tengah Jalan Bandung Barat, Ada Jarum Suntik dan Masker

    Ia juga menekankan terkait bungkus bertuliskan RSUD Eka Candrarini yang ditemukan di antara limbah jarum suntik tersebut. Bungkus itu merupakan kemasan obat, bukan bungkus yang digunakan untuk membuang limbah medis.

    “Jadi di Surabaya untuk mengurangi sampah plastik, maka untuk obat itu dimasukkan dalam bungkus kertas itu. Itu kotaknya kecil. Sedangkan, kita tahu spuit jarum suntiknya itu besar dan banyak, jadi enggak mungkin (cukup masuk di dalam bungkus kertas itu),” jelasnya.

    “Nah, spetnya itu banyak. Nah, ini sudah diselesaikan. Cek di lokasi DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Sidoarjo dengan DLH-nya Kota Surabaya dan rumah sakit. Itu tidak ada (merek) spuit itu di sana,” terangnya.

    Baca juga: Lahan Pemprov DKI Dibangun Lapangan Padel di Kembangan Jakbar, Luas 4.000 Meter Persegi

    Eri menekankan bahwa selama RSUD Eka Candrarini berdiri tidak pernah menggunakan spet jarum suntik dengan merek seperti yang terdapat dalam limbah medis itu.

    “Jadi merek spet itu tidak pernah ada di RSUD Eka Candrarini. Selama pengadaan berdirinya rumah sakit itu sampai hari ini tidak ada yang namanya spuit merek itu,” pungkasnya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Mendagri Tito Semprot Balik Dedi Sitorus soal Kasus Ayah Tewas di Tabanan, "Senggol" PDI Perjuangan

    Komentar
    Additional JS