Geger, Temuan Ulat di Ompreng MBG, Diduga jadi Penyebab Keracunan Massal Santri Sidoarjo - AfU

Penulis: Putri Nadhila
JAKARTA, AFU.ID — Temuan hewan menyerupai ulat dalam ompreng makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga menjadi pemicu keracunan massal yang menimpa 293 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, pada Selasa 1 September kemarin. Jumlah korban melonjak drastis sejak sore hingga malam hari.
Berdasarkan kesaksian sejumlah santri, menu makan siang paket MBG yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah terindikasi sudah basi, khususnya pada komponen sayur. Berdasarkan video yang dilihat Afu.id dari akun X @independenSumatera, pengguna Whatsapp bernama Putra membuat status yang menunjukkan ulat tersebut hinggap di ompreng MBG yang menyisakan tahu cokelat.
Ulat tersebut seperti datang dari kuah sayur yang diduga telah basi. “Kembalikan saja semua lah, kok ngene (kok bisa begini),” ujar sosok yang membuat video tersebut dikutip Selasa (2/9/2026). Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian ilmiah lebih lanjut sebelum dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal keracunan massal ini.
Baca Juga
Keracunan ratusan santri itu awalnya ditandai dengan gejala mual, muntah, dan pusing hebat. Suasana pondok itu semakin mencekam usai kawasan Tanggulangin kedatangan lebih dari 50 armada ambulans dan kendaraan operasional hilir-mudik mengevakuasi para korban ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Untuk mencegah penumpukan pasien, para korban sebelumnya dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Sidoarjo. RSUD RT Notopuro Sidoarjo menjadi pusat penanganan utama di Instalasi Gawat Darurat, sementara sebagian korban lain dirujuk ke RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Pusura Gelam. Puskesmas Tanggulangin beserta fasilitas kesehatan rujukan terdekat turut dikerahkan untuk menangani gelombang pasien yang terus berdatangan sepanjang malam.
Baca Juga
Tim Inafis Kepolisian Resor Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan setempat telah turun ke lokasi dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium medis. Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi penentu resmi mengenai kandungan sekaligus penyebab pasti keracunan yang dialami ratusan santri. Proses investigasi masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.
Terbaru, pihak pondok pesantren telah memberikan klarifikasi seluruh informasi miring termasuk kabar santri yang meninggal. Melalui Instagram resminya @Mahikasidoarjo, ponpes tersebut mengatakan seluruh santri yang keracunan telah tertangani dengan baik. “Seluruh santri telah kembali ke pondok dalam kondisi sehat dan stabil,” tulis keterangan akun ponpes tersebut. (NAD)