Jangan Keliru, Ini Bedanya Keracunan dan Alergi Makanan - Times Indonesia

JAKARTA – Keracunan dan alergi makanan sama-sama dapat menimbulkan keluhan setelah seseorang mengonsumsi makanan. Namun, keduanya memiliki penyebab dan mekanisme yang berbeda.
Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Yogi Prawira, menjelaskan keracunan dapat dialami siapa saja yang mengonsumsi makanan tercemar. Sementara alergi hanya terjadi pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap kandungan tertentu dalam makanan.
Keracunan Makanan Bisa Menjadi Wabah
Keracunan makanan umumnya terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, racun, maupun bahan kimia.
Karena sumbernya berasal dari makanan yang tercemar, beberapa orang yang mengonsumsi makanan yang sama dapat mengalami keluhan serupa. Kondisi inilah yang membuat keracunan makanan berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa.
Gejalanya antara lain mual, muntah, diare, nyeri perut, demam dan terkadang pusing. Keluhan dapat muncul beberapa jam hingga satu atau dua hari setelah makanan dikonsumsi.
Alergi Hanya Terjadi pada Orang Tertentu
Berbeda dengan keracunan, alergi makanan merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein tertentu dalam makanan.
Reaksinya dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain gatal, biduran, pembengkakan pada bibir atau kelopak mata, sesak napas hingga penurunan kesadaran.
Karena hanya dialami individu yang memiliki sensitivitas terhadap alergen tertentu, alergi makanan tidak menular dan tidak menjadi wabah seperti keracunan.
Anak dan Remaja Lebih Rentan Keracunan
IDAI juga mengingatkan bahwa anak dan remaja menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami dampak keracunan makanan. Cadangan cairan tubuh mereka lebih kecil, sementara sistem imun dan saluran pencernaan belum sepenuhnya matang.
Berdasarkan data Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan BPOM 2024 yang dikutip IDAI, sebanyak 806 dari 1.164 kasus keracunan obat dan makanan di Indonesia berasal dari makanan dan minuman. Sebanyak 42,96 persen kasus tersebut terjadi pada kelompok usia 12 hingga 25 tahun.
Memahami perbedaan keracunan dan alergi makanan penting agar gejala dapat dikenali sejak awal dan penanganan yang tepat bisa segera dilakukan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.