Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Armenia Berita Featured Kasus Maros Spesial WNI

    Jasad WNI Asal Maros Korban Dugaan Pembunuhan di Armenia Dipulangkan, Keluarga Masih Tunggu Keadilan - Kompas

    5 min read

     

    MAKASSAR, KOMPAS.com - Jenazah WNI asal Maros, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban dugaan pembunuhan di Armenia akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah keluarga menanti sekitar dua bulan.

    Jenazah tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (20/9/2026) malam dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Grestelina.

    Meski jenazah telah kembali ke Indonesia, keluarga masih menunggu kepastian mengenai kasus dugaan pembunuhan yang menimpa korban saat bekerja di Armenia.

    Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto, berharap proses hukum terhadap kasus tersebut terus berjalan dan pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai hukum.

    Sepupu Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

    "Karena jenazah sudah tiba, keluarga berharap para pelaku bisa dapat hukum yang setimpal," ujar Arnold, dikutip dari Tribun Timur, Senin (21/9/2026).

    Baca juga: 2 Bulan Menanti, Jenazah WNI Korban Dugaan Pembunuhan di Armenia Akhirnya Tiba di Makassar

    Keluarga Masih Menunggu Pengusutan Kasus

    Arnold mengatakan, keluarga belum mendapatkan informasi secara lengkap mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

    Kasus kematian korban masih ditangani oleh pihak berwenang di Armenia. 

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI juga masih berkoordinasi terkait proses hukum tersebut.

    Kepala BP3MI Sulawesi Selatan Fani Wahyu Kurniawan mengatakan, penyelidikan masih berlangsung karena kasus tersebut melibatkan sesama WNI.

    "Untuk pengembangan kasus terhadap pelaku, karena ini melibatkan sesama WNI, prosesnya masih dalam pemeriksaan pihak berwenang di Armenia," kata Fani.

    Fani mengatakan pihaknya belum menerima informasi lengkap mengenai motif maupun kronologi kejadian.

    "Detailnya kami belum menerima secara menyeluruh atas insiden tersebut. Namun yang patut disyukuri saat ini adalah jenazah sudah tiba dan dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga," ujarnya.

    Baca juga: WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Pemkab Upayakan Pemulangan Jenazah

    Barang Pribadi Korban Juga Diminta Dipulangkan

    Selain meminta kasus terus diusut, keluarga berharap barang-barang pribadi korban yang masih berada di Armenia dapat dibawa pulang ke Indonesia.

    Arnold mengatakan barang tersebut memiliki arti penting bagi keluarga karena menjadi kenang-kenangan terakhir dari korban.

    "Barang-barang pribadi milik kakak saya yang ada di sana bisa diupayakan untuk dikembalikan ke sini, karena itulah yang menjadi kenang-kenangan terakhir untuk keluarga," katanya.

    Sebelumnya, keluarga telah berupaya memulangkan jenazah sejak menerima kabar kematian korban pada 15 Juli 2026.

    Arnold mengatakan keluarga membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mendapatkan bantuan hingga proses pemulangan dapat dilakukan.

    "Jadi kurang lebih dua bulan kami berupaya mencari bantuan hingga akhirnya bisa memulangkan jenazah," ujar Arnold.

    Baca juga: Disnaker Kabupaten Tangerang Ungkap WNI Ditahan di Kamboja Terkait Dugaan Jaringan Penipuan Online

    Jenazah Dimakamkan di Makassar

    Setelah tiba di Makassar, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Grestelina sebelum diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

    Keluarga berencana memakamkan korban di Pemakaman Kristen Pannara, Makassar, pada Senin (21/9/2026) pukul 15.00 Wita.

    Kepulangan jenazah menjadi akhir dari penantian keluarga selama sekitar dua bulan. Namun, bagi keluarga, proses tersebut belum sepenuhnya selesai karena mereka masih menunggu perkembangan penyelidikan atas kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Armenia.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Akhir Penantian Panjang Keluarga Valenth Alexie Tamboto, Kini Jasad Pulang ke Maros, Jenazah Valenth Korban Dugaan Pembunuhan di Armenia Tiba di Makassar, Keluarga Minta Pelaku Dihukum, dan 'Sangat Rindu', Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Valenth Tiba di Maros.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Divonis Hukuman Mati

    Komentar
    Additional JS