Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Kasus Spesial TNI AL

    Kapal Induk Pertama RI dari Italia Telah Tiba, Kepala Staf TNI AL: Kita Fokuskan Terutama untuk OMSP - Tribunnews

    8 min read

     

    TNI AL A-A+ KAPAL INDUK INDONESIA - Foto yang dirilis TNI Angkatan Laut memperlihatkan kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi memasuki peraian Indonesia, 17 September 2026. Kapal ini akan menjadi kapal induk ringan pertama Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya. (Instagram @tni_angkatan_laut) 
    Ringkasan Berita:
    • Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi hibah Italia tiba di Tanjung Priok dan akan menjadi KRI Sriwijaya.
    • KSAL menyatakan kapal ini akan difokuskan untuk operasi militer selain perang seperti bantuan bencana.
    • Dengan flight deck 174 meter, kapal ini mampu memuat sekitar 14 helikopter dan diawaki 400 personel.

    TRIBUNNEWS.COM - Kapal induk ringan dari Italia, Giuseppe Garibaldi, telah tiba di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

    Kapal tersebut akan menjadi kapal induk ringan pertama yang dimiliki Indonesia dan akan diberi nama Kapal Republik Indonesia (KRI) Sriwijaya. 

    Giuseppe Garibaldi berstatus kapal hibah dari Italia dengan panjang 180 meter dan lebar 30 meter.

    Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, memastikan kapal ini siap layar dan mampu beroperasi optimal di wilayah maritim Indonesia.

    Kapal ini juga disebut mampu beroperasi hingga 20 tahun mendatang.

    Menurut KSAL, kapal induk ini akan lebih banyak digunakan TNI AL untuk operasi militer selain perang (OMSP), yakni operasi non-tempur seperti bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana.

    "Kapal ini nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP, atau Operasi Militer Selain Perang," ujarnya, dilansir KompasTV.

    "Namun juga bisa digunakan untuk kepentingan militer untuk perang."

    "Tapi kita fokuskan terutama untuk OMSP di mana negara kita ini banyak bencana alam," 

    Menurut Laksamana Muhammad Ali, Indonesia sebagai negara yang banyak dilanda bencana alam sangat membutuhkan sarana yang mampu membawa banyak helikopter.

    "Jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter."

    "Karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak di-drop dengan cepat ke seluruh area-area yang remote, daerah terpencil pun dengan helikopter bisa di-drop," katanya.

    KAPAL INDUK INDONESIA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menggelar konferensi pers saat kedatangan kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi, di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, 18 September 2026. Muhammad Ali memastikan kapal ini siap berlayar dan mampu beroperasi optimal di wilayah maritim Indonesia.
    KAPAL INDUK INDONESIA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menggelar konferensi pers saat kedatangan kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi, di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, 18 September 2026. Muhammad Ali memastikan kapal ini siap berlayar dan mampu beroperasi optimal di wilayah maritim Indonesia. (Tangkap layar YouTube KompasTV)

    Baca juga: Punya Kapal Induk Pertama, Berapa Estimasi Biaya Operasional KRI Sriwijaya per Hari?

    Dengan kemampuan tersebut, KRI Sriwijaya akan berfungsi sebagai pangkalan terapung untuk operasi udara, baik dalam pelaksanaan operasi militer perang maupun OMSP.

    Artinya, kapal ini tidak hanya menjadi bagian dari kekuatan tempur, tetapi juga platform pendukung misi kemanusiaan.

    Keunggulan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    Kolonel Laut (Pelaut) Muhammad Fuad Hasan, calon komandan pertama KRI Sriwijaya, menjelaskan, bahwa Giuseppe Garibaldi memiliki kemampuan yang cukup berbeda dibandingkan kapal-kapal lain.

    "Jadi kapal ini adalah kapal induk yang tentunya dari sejarah TNI maupun TNI Angkatan Laut ini adalah sejarah pertama kali kekuatan TNI, TNI Angkatan Laut, didukung oleh kapal induk dan tentunya kapal induk itu memiliki kemampuan yang cukup berbeda dengan kapal-kapal lain," ujar Fuad Hasan.

    "Yang paling signifikan membedakan adalah kapal ini memiliki kemampuan mengangkut pesawat udara yang lebih banyak."

    "Jadi dapat melaksanakan operasi udara yang lebih masif, lebih besar, yang didukung oleh flight deck yang cukup panjang."

    "Jadi kapal ini panjang 180 meter, flight deck 174 meter."

    "Kami mampu memuat pesawat kurang lebih sekitar 14 pesawat heli ukuran medium maupun besar."

    Ia merinci, tujuh helikopter dapat disiapkan di flight deck, sementara hanggar mampu menyimpan sekitar tujuh unit lainnya.

    "Kemampuan inilah yang membedakan dengan KRI lain," ujarnya.

    KAPAL INDUK INDONESIA - Foto yang dirilis TNI Angkatan Laut memperlihatkan kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi memasuki peraian Indonesia, 17 September 2026. Kapal ini akan menjadi kapal induk ringan pertama Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya. (Instagram @tni_angkatan_laut)
    KAPAL INDUK INDONESIA - Foto yang dirilis TNI Angkatan Laut memperlihatkan kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi memasuki perairan Indonesia, 17 September 2026. Kapal ini akan menjadi kapal induk ringan pertama Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya. (Instagram @tni_angkatan_laut) (TNI AL)

    Kapasitas belasan helikopter itu sejalan dengan kebutuhan yang sebelumnya disampaikan KSAL, yakni mengirim logistik dengan cepat ke daerah terpencil saat bencana.

    Dari sisi personel, TNI AL merencanakan total kru sebanyak 400 orang yang akan mengawaki lima departemen.

    "Satu yang unik dari kapal ini adalah kami memiliki departemen udara," kata Fuad.

    Ia mengingatkan bahwa fungsi utama kapal ini memang menyelenggarakan operasi udara.

    Fuad menambahkan, kapal ini dapat berfungsi sebagai floating base.

    "Pangkalan yang terapung yang dapat digerakkan ke posisi yang diinginkan dan kemudian melaksanakan operasi udara tersebut," tuturnya.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS