Kasus Keracunan Ratusan Santri di Sidoarjo, DPR Desak Bentuk Satgas MBG - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Rabu, 02 September 2026 - 12:40 WIB

Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah membentuk Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG). Desakan ini muncul setelah kasus keracunan di Ponpes Manbaul Hakim, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah membentuk Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG). Desakan ini muncul setelah kasus keracunan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hakim, Sidoarjo, Jawa Timur.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengaku prihatin atas terjadinya kasus keracunan di berbagai tempat yang meningkat akhir-akhir ini. Dia meminta korban keracunan ditangani dengan baik dan biayanya ditanggung BGN.
Baca juga: 200 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Dibawa ke Empat Rumah Sakit
"Kejadian keracunan menunjukkan tata kelola MBG masih perlu diperbaiki. Walaupun Kepala BGN yang baru sudah melakukan perbaikan dan tindakan tegas tapi belum menyentuh seluruh dapur yang ada," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Legislator Golkar itu meminta BGN melakukan investigasi secara tuntas dan terbuka untuk mengetahui penyebab kasus keracunan sekaligus membenahi tata kelola dengan detail dan terinci.
Dia menghargai tindakan tegas BGN yang menutup sementara dapur yang menyebabkan keracunan dan mencopot kepala dapurnya. Tindakan tegas tersebut perlu diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, pengawasan dan SDM pengelola dapur.
Menurut dia, sebagian besar kasus keracunan terjadi akibat kelalaian pengelolaan makanan yang menjadi tanggung jawab kepala dapur. Terkait masalah tersebut, dia minta BGN meningkatkan kapasitas kepala dapur supaya lebih profesional, berintegritas, dan penuh kedisiplinan.
"Saya minta BGN meningkatkan pengawasan secara berkala dan presisi terhadap setiap dapur dengan membentuk Satgas MBG dengan melibatkan BPOM, pemerintah daerah, dinas kesehatan, kepala sekolah, dan orang tua murid. Masih terjadinya kasus keracunan menunjukkan lemahnya pengawasan BGN," ungkap Yahya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Daftar Pencuci Uang Kelas Kakap di Indonesia
Terpopuler
1
2
3
4
5





