Kronologi Siswa Hilang Ingatan Diduga karena Keracunan MBG, Pihak Rumah Sakit Jelaskan Kondisinya - Grid

Grid.ID - Baru-baru ini, publik digegerkan dengan kronologi siswa hilang ingatan diduga karena keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pihak rumah sakit pun menjelaskan kondisinya.
Siswa berinisial FP (16), dari Kabupaten Karo, Sumatra Utara disebut mengalami hilang ingatan usai diduga keracunan MBG. Elvinus, ibunda FP menyebut bahwa sang putri sempat dirawat di rumah sakit.
Namun, kondisinya kian memburuk. Bahkan, ia tak ingat dengan orang di sekitarnya.
FP juga tidak mengingat adik-adiknya. Ketika dijenguk oleh teman-teman sekolahnya, FP juga tidak mengingat mereka sama sekali.
"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi," ujarnya, dikutip dari Tribunnews pada Selasa (8/9/2026).
"Adik-adiknya juga gitu (nggak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun nggak kenal," lanjutnya.
Elvinus mengungkap bahwa sang putri saat ini juga mengalami masalah di bagian lidah. Sehingga, FP kesulitan berbicara.
"Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya," lanjutnya.
Lalu, bagaimana kronologi siswa hilang ingatan ini? Dikutip dari KOMPAS.com pada Selasa (8/9/2026), Fitrady Ulianda Siregar, selaku Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, mengatakan FP mulai dirawat pada Selasa (18/8/2026).
Dirinya mengungkap bahwa saat itu FP dibawa ke ruangan PICU atau Pediatric Intensive Care Unit karena mengeluhkan perutnya sakit. FP pun mendapatkan perawatan intensif.
Fitrady mengungkap bahwa apa yang dialami oleh FP adalah gangguan pencernaan yang kronis. Hal ini menyebabkan perut terasa tidak nyaman.
"Dia didiagnosis mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan Necrotizing Enterocolitis (NEC)," ujarnya.
"Jadi, bisa dikatakan, sebenarnya ini terjadi gangguan pencernaan kronis yang membuat perut tidak nyaman," sambungnya.
Sebelum kronologi siswa hilang ingatan ini terjadi, pada Kamis (13/8/2026), FP mendapatkan MBG di sekolah dengan lauk ikan tongkol. Sang ibu mengungkap bahwa FP menyantap lauk tersebut.
Namun, lauk ikan tongkol itu terasa pahit. Karena FP lapar, ia tak menghiraukannya dan langsung menyantapnya.
"Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan saja dia karena sudah lapar," ujarnya.
Setelah itu, FP merasa pusing dan masih berusaha untuk mengikuti proses pembelajaran. Kemudian, sampai di rumah FP merasa semakin pusing.
Bahkan, ia mengeluhkan gatal-gatal di bagian tubuhnya. Badan FP pun mendadak lemas dan tak sadarkan diri.
Ibunda FP meminta pertolongan agar sang putri segera dibawa ke rumah sakit. FP pun sadar setelah setengah jam berada di rumah sakit tersebut.
"Itu posisinya sudah tidak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia," ujarnya.
FP sempat dirawat selama 3 hari dan kemudian diperbolehkan pulang. Namun, ketika di rumah, ia mengalami kejang dan dilarikan ke rumah sakit.
Hal ini pun sempat berulang beberapa kali. Ibunda FP meminta agar anaknya mendapatkan obat yang tepat dan segera sembuh. (*)