Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Malaysia RON95 Spesial Subsidi

    Malaysia Tambah Subsidi RON95 dan Diesel, Warga: Lega, Bisa Hemat Pengeluaran - Viva

    4 min read

     


    KOMPAS.com – Keputusan Pemerintah Malaysia untuk memulihkan dan meningkatkan kuota bantuan dalam program subsidi Budi Madani bagi bensin RON95 serta bahan bakar diesel mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat dan pelaku usaha.

    Kebijakan ini dinilai sebagai langkah tepat waktu dalam meringankan beban biaya hidup warga.

    Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim saat menyampaikan pidato Amanat Perdana Hari Kebangsaan 2026 di Putrajaya International Convention Centre (PICC), dilansir dari Malaymail, Senin (31/8/2026).

    Dalam pidatonya, Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa kuota kelayakan dasar untuk subsidi bensin RON95 dinaikkan dari 200 liter menjadi 300 liter per bulan.

    Insentif Motor Listrik Menyusut Jadi Rp 3 Juta per Unit

    Sementara itu, kuota untuk subsidi Budi Diesel ditingkatkan dari 300 liter menjadi 400 liter per bulan, yang mulai berlaku efektif pada Senin (31/8/2026).

    Baca juga: Harga BBM per 1 September 2026 Resmi Ditetapkan, 3 BBM Ini Naik

    Masyarakat merasakan kelegaan

    Rata-rata penerima manfaat menyatakan bahwa pengembalian dan peningkatan kuota ini memberikan kelegaan besar, terutama dalam mengelola keuangan bulanan.

    Langkah ini memungkinkan penghematan anggaran transportasi untuk dialokasikan ke kebutuhan pokok lainnya.

    Seorang pekerja sektor swasta, Furzani Ahmad (24), mengungkapkan bahwa penambahan kuota ini sangat membantu aktivitas perjalanannya ke tempat kerja sehari-hari.

    "Bagi saya, dengan adanya Budi 95 ini, saya bisa menghemat sedikit pengeluaran bulanan. Hampir setiap hari, jarak yang harus saya tempuh mendekati 30 kilometer (km), jadi 300 liter itu cukup untuk satu bulan, bahkan terkadang masih ada sisa," kata Furzani.

    Pandangan serupa disampaikan oleh Darwisy Khairudin (23). Ia mengaku gembira dengan keputusan pemerintah Malaysia yang memulihkan kuota Budi 95 tersebut.

    "Jarak dari tempat kerja ke rumah saya sebenarnya hanya sekitar 20 km hingga 25 km, tetapi terkadang saya memiliki tugas di luar kantor, sehingga saya harus memperhitungkan apakah kuota bahan bakar cukup atau tidak. Oleh karena itu, sangat bagus pemerintah mengembalikan kuota ini," ujar Darwisy.

    Baca juga: Perbandingan Harga BBM di Indonesia dan Malaysia per 1 September 2026, Murah Mana?

    Bantu stabilkan biaya operasional pedagang

    Manfaat peningkatan kuota ini juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil.

    Pedagang lapak buah, Abdul Manan (63), yang mengandalkan kendaraan bermesin diesel untuk mengangkut barang dagangannya, menyebut kenaikan kuota Budi Diesel sangat membantu menstabilkan biaya operasional harian.

    Abdul Manan menjelaskan bahwa penambahan kuota tersebut mampu menekan beban biaya logistik, sehingga ia dapat mempertahankan harga jual buah yang terjangkau bagi para pelanggan.

    "Terkadang kami mengambil stok barang dari tempat yang jauh, sehingga konsumsi bensin pasti tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kuota diesel ini setidaknya memberikan kelegaan pada modal kerja kami sehingga harga jual tidak perlu dinaikkan," tutur Abdul Manan.

    Program Budi Madani sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah Malaysia untuk memastikan alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Gaduh Desil 9 dan 10, Siapa Sebenarnya Kelompok Kaya RI?

    Komentar
    Additional JS