MBG Diperluas ke 3T dan Daerah Tinggi Stunting: Maluku dan Papua Prioritas - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi satuan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta daerah dengan angka tengkes (stunting) yang tinggi.
“Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujar Kepala BGN, Sudaryono, dalam keterangan persnya, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: BGN Prioritaskan Aktivasi SPPG di Wilayah 3T Pada September
Sudaryono akan memastikan perluasan itu akan dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas wilayah dan hasil pemetaan.
Dia pun mencontohkan Maluku dan Papua sebagai salah satu wilayah yang menjadi prioritss dalam perluasan layanan MBG.
Kunjungi Nagekeo, Prabowo Tanya Manfaat MBG ke Pengungsi Gempa NTT
Berdasarkan pendataan BGN, masih terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di Maluku dan Papua yang belum terlayani program MBG.
“Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,” lanjut dia.
Baca juga: Strategi Pemerintah Benahi Program MBG: SPPG di 3T Dikebut, Golongan 3B Diprioritaskan
Menurutnya, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas secara serentak.
Nantinya, proses pembukaan SPPG akan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.
“Kami akan segera membuka SPPG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur,” ucapnya lagi.
Baca juga: Kata Kepala SPPG Serasan soal Pelayanan MBG di Batas Negara
BGN menegaskan, percepatan perluasan layanan MBG tetap harus berjalan seiring dengan pengelolaan program yang aman, efisien, dan tepat sasaran.
Maka itu, menurut dia, pembukaan dapur SPPG akan dilakukan dengan memperhatikan tahapan dan kesiapan di lapangan.
“Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan,” ucapnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Gempa Guncang Sejumlah Daerah Indonesia, Ini Daftarnya