Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Mensos Pendidikan Sekolah Rakyat Spesial

    Mensos Tegaskan Seluruh Kepsek Perkuat SOP Sekolah Rakyat untuk Cegah Terjadinya 3 Dosa Pendidikan - Kompas

    4 min read



    KOMPAS.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul, mengimbau para kepala Sekolah Rakyat memperkuat standar operasional prosedur (SOP), termasuk mengenal dengan baik sumber daya manusia (SDM) di sekolahnya, mulai dari siswa, guru, wali asuh dan wali asrama, hingga sekuriti.

    Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam dalam rapat bersama seluruh kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra secara daring, pada Jumat (11/9/2026).

    Penguatan SOP dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, serta terhindar dari potensi pelanggaran tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

    Baca juga: Mensos: Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan ke Perguruan Tinggi

    "Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana, kenali juga dengan baik kondisi siswa kita yang ada di sana," ujar Gus Ipul seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/9/2026).

    Selain itu, ia juga meminta kepala sekolah untuk menerapkan kontrak kerja, seperti pakta integritas, agar diberlakukan kepada seluruh tenaga kependidikan. Hal tersebut bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman seluruh pihak sekolah terkait kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat dan memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan.

    "Jadi kepala sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka (tenaga kependidikan). Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar, seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat tahu dan paham SOP-nya," jelasnya.

    Baca juga: Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Kompetensi Kerja, Kemensos Siapkan Jalur Pengembangan Keterampilan

    Gus Ipul juga menginstruksikan para kepala sentra untuk terlibat aktif membantu kinerja kepala sekolah.

    Seandainya ada siswa yang membutuhkan rehabilitasi, Gus Ipul menambahkan, siswa dapat dititipkan di sentra terdekat sebelum melanjutkan kegiatan belajar di Sekolah Rakyat. Ia juga mengingatkan agar pihak sekolah juga berkoordinasi dengan kepala sentra.

    Perlu diketahui, para siswa yang berkegiatan di Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga rentan yang beragam. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu memberikan perhatian dan penanganan ekstra.

    Baca juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Tangerang, Wamensos Pesan Siswa Fokus Raih Masa Depan

    "Jadi, kenapa kepala sentra saya libatkan di sini? Tolong setiap ada kasus, segera bantu kepala sentra, kemudian proses rehabilitasinya dimulai di sentra-sentra bapak-ibu sekalian. Jangan dibiarkan kalau ada kasus-kasus," tegas dia.

    Gus Ipul juga mengingatkan kembali bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi dan menjadi kompas moral yang menuntun proses pembelajaran di sekolah.

    Oleh karena itu, ia kembali menekankan agar kepala sekolah dapat memutus rantai tiga dosa pendidikan.

    Baca juga: Gus Ipul Imbau Kepala Sekolah Rakyat Perkuat Pengawasan, Kepatuhan, dan Kolaborasi

    "Jadi, kami mohon maaf sekali, kami tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu (perundungan, kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi)," imbuhnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS