Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Koperasi Desa Merah Putih Menteri Koperasi Spesial

    Menteri Koperasi Ungkap Alasan Calon Manajer Mundur - Tempo

    2 min read

     


    Wahyuni Fitri( kedua kiri) dan Berlianti Hasibuan, dua calon manajer koperasi desa merah putih yang tengah mengandung mengikuti pelatihan militer di Pusat Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat, Jakarta Timur, 30 Juni 2026.Tempo/Dede Leni Mardianti.

    MENTERI Koperasi Ferry Juliantono mengatakan terdapat sejumlah calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang mengundurkan diri karena mendapatkan penempatan yang jauh dari domisili. "Enggak banyak," ujar Ferry di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

    Ferry memperkirakan terdapat 1.900 orang atau 11 persen calon manajer koperasi yang mendapatkan penempatan lintas provinsi. Ia memastikan pemerintah akan berupaya memberikan penempatan sesuai dengan domisili.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    Sehari sebelumnya, ratusan calon manajer Kopdes Merah Putih menyambangi kantor PT Agrinas Pangan Nusantara di Cawang, Jakarta Timur pada Senin, 28 September 2026. Mereka memprotes penempatan yang jauh dari domisili, bahkan berada di pulau berbeda.

    Menanggapi kabar tersebut, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan menyesuaikan lokasi penempatan calon manajer Kopdes Merah Putih sesuai dengan domisili. "Yang penting tempatnya sekarang dia terima dulu agar status tidak gugur. Nanti disesuaikan tempat yang terdekat," kata Zulkifli di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

    Zulhas--begitu ia disapa--menjelaskan fokus pemerintah saat ini adalah menempatkan calon manajer koperasi yang dinyatakan lolos. Dengan demikian, calon manajer akan efektif bekerja per Kamis, 1 Oktober 2026.

    Calon manajer koperasi akan menerima upah di rentang Rp 6,3-Rp Rp 8,3 juta sesuai dengan besaran upah minimum regional. Mereka bekerja dengan status perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun.

    Politikus Partai Amanat Nasional itu menjelaskan penempatan lokasi koperasi yang jauh dari domisili calon manajer karena ketimpangan antara jumlah bangunan dan sumber daya manusia. Zulhas mengatakan, jumlah calon manajer koperasi saat ini sebanyak 30 ribu orang tidak sebanding dengan jumlah koperasi.

    Dengan demikian, Zulhas mengatakan, pemerintah memprioritaskan penempatan calon manajer pada lokasi yang menjadi prioritas. Kondisi tersebut membuat banyak calon manajer yang mendapatkan penempatan jauh dari domisili. "Nanti kalau sudah koperasinya jadi yang dekat domisi dia, dia dipindah," ujarnya.

    Sementara itu, Sistem Informasi Manajemen Kopdes Merah Putih mencatat jumlah bangunan fisik gedung/gerai koperasi yang sudah selesai dibangun per 29 September 2026 adalah 26.669 unit.

    Komentar
    Additional JS