Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Dukung Pemulihan Lahan Bekas Tambang - Harapan Rakyat

Mikroba asli tanah Sulawesi berpeluang untuk membantu pemulihan lahan bekas tambang. Sebagaimana yang kita tahu, lahan atau area bekas tambang terkenal jadi lingkungan tanpa kehidupan. Hal ini karena tak ada tanda kehidupan yang mampu bertahan di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Misteri Energi Gelap dan Materi Gelap, Petunjuk Baru dari LZ hingga DESI
Namun siapa sangka jika pandangan tersebut ditepis oleh adanya penelitian dari IPB University. Penelitian ini mempelajari DNA yang ada di tanah Poboya. Kawasan tersebut masih masuk bagian Sulawesi Tengah. Berikut penjelasan lengkapnya.
Mikroba Asli Tanah Sulawesi di Lahan Bekas Tambang
Lahan bekas tambang selama ini dianggap tak bisa mempertahankan kehidupan. Namun menurut penelitian IPB University, ternyata lahan tersebut tak sepenuhnya tanpa spesies. Nyatanya lahan tersebut menyimpan mikroba.
Uniknya, mikroba tersebut mempunyai kemampuan bertahan yang baik. Karena kemampua tersebut, mikroba ini bisa dukung pemulihan lingkungan yang ada di lahan bekas tambang tersebut. Lahan tersebut pun bisa kembali hidup dan bermanfaat bagi makhluk hidup.
Teknologi yang Dukung Penelitian
Temuan mikroba asli tanah Sulawesi dari tim peneliti ini juga ada kaitannya dengan teknologinya. Tim peneliti memanfaatkan teknologi mutakhir untuk menemukannya. Tak lain adalah Oxford Nanopore Sequencing. Teknologi ini membantu kalangan peneliti untuk menganalisa mikrobioma tanah.
Baca Juga: Peneliti Temukan Jejak Kumbang Pemakan Bangkai pada Fosil Titanosaurus
Sekilas tentang teknologi tersebut, ternyata juga menyimpan banyak kelebihan. Adapun salah satu keunggulannya yaitu teknologi ini bisa bekerja secara cepat sekaligus fleksibel. Hasil pemanfaatannya pun bisa lebih cepat terlihat.
Tak hanya itu, rupanya teknologi ini juga termasuk portabel. Hal ini karena ukurannya mini. Pada dasarnya, hal tersebut memberikan kemudahan dalam penyimpanannya.
Dari segi harga juga tak jadi masalah. Untuk bisa memiliki dan menggunakan teknologi ini, tim peneliti cukup mengeluarkan biaya terjangkau. Penelitian yang dilakukan pun tak akan boros anggaran.
Semakin mutakhir lantaran teknologinya berpadu dengan pendekatan metagenomik di lahannya. Berkat teknologi dan metode atau teknik tersebut, penelitian bisa berjalan lancar.
Jenis Mikroba yang Ditemukan
Dengan berbekal teknologi mutakhir tadi, kalangan peneliti bisa menemukan beragam jenis mikroba asli tanah di Sulawesi. Bahkan juga berhasil identifikasi konsorsium mikroba lewat analisis sekuensing pada sampel tanah. Mikroba ini sendiri mempunyai kemampuan metabolik. Hal tersebut membuatnya mampu bertahan hidup dengan baik di lingkungan yang tercemar.
Adapun salah satu mikroba yang ditemukan oleh kalangan peneliti ialah bakteri Variovorax. Dengan analisis genomik yang mendalam, tim peneliti menyebut bakteri ini sebagai pembawa gen.
Hal tersebut ada kaitannya dengan meminimalisir polutan. Selain itu, hal ini juga berkaitan erat dengan penyerapan besi lewat siderophores. Bahkan juga resistensi pada logam berat.
Perlu untuk diketahui bahwa bakterinya juga memiliki gen khusus. Gen tersebut mampu mendorong pertumbuhan tanaman. Tak hanya itu, bakteri ini juga memiliki karakteristik lainnya yang menarik untuk diketahui.
Karakteristik tersebut tak terkecuali dengan habitatnya. Bakteri ini ternyata tak hanya ada di kawasan bekas pertambangan saja. Akan tetapi, bakteri ini juga ada di akar tanaman dan tanah.
Dari sini bisa kita ketahui bahwa mikroba asli tanah Sulawesi berpotensi untuk memulihkan lingkungan yang terkena dampak pertambangan. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mengembangkan mikrobanya. Semakin banyak mikrobanya, tentu kian menguntungkan untuk lingkungan tersebut. Upaya ini pun perlu mendapat dukungan dari semua pihak.
Upaya Pengembangan Mikroba
Sudah kita singgung tadi bahwa mikroba berpotensi untuk membantu pemulihan lingkungan akibat pertambangan. Maka dari itu, tim peneliti tengah gencar untuk mengembangkan atau memulihkan mikrobanya. Adapun salah satu upayanya yakni dengan melakukan penutupan vegetasi.
Menurut penjelasan Dr. Rahadian Pratama selaku dosen IPB University, revegerasi atau penanaman kembali sangatlah potensial untuk memulihkan mikroba yang ada di area bekas tambang. Bahkan upaya ini jauh lebih efektif dan dominan daripada riwayat pertambangannya. Lingkungan bekas tambang pun bisa diselamatkan.
Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Sel Sintetis SpudCell dari Nol, Bisa Tumbuh
Tak bisa kita pungkiri bahwa mikroba asli tanah Sulawesi memang memiliki peranan penting. Mikroba asli tanah di Sulawesi bisa membantu pemulihan lahan yang jadi bekas aktivitas pertambangan. Maka dari itu, perlu adanya upaya pengembangan sekaligus pemulihan mikrobanya. Lahan pun bisa kembali subur seiring berjalannya waktu. (R10/HR-Online)