Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gorontalo Lintas Peristiwa Spesial

    Misteri Cahaya dan Dentuman Diduga Meteor Hebohkan Warga Gorontalo - detik

    3 min read

     

    Gorontalo -

    Benda bercahaya di langit yang disusul suara dentuman keras pada dini hari menghebohkan warga Gorontalo. Benda yang diduga meteor itu hingga kini masih menyisakan misteri.

    Suara dentuman itu terdengar di hampir seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo. Warga bernama Ika Biga (24) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo mengaku awalnya melihat benda bercahaya di langit pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 00.15 Wita.

    "Ya saya melihat ada cahaya terang jalan melintas di atas langit, kalau saya lihat mirip meteor," kata Ika Biga kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).

    Ika mengatakan benda bercahaya itu sangat cepat dan langsung menghilang. Saat yang bersamaan terdengar suara dentuman dari titik cahaya itu menghilang.

    "Baru suaranya dentuman keras terdengar dengan jelas. Semoga itu tidak jadi apa-apa, kami selalu berdoa yang baik-baik," beber Ika.

    BMKG Deteksi Getaran

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya getaran pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan masyarakat terkait fenomena tersebut. Getaran itu terekam oleh seismograf.

    "Ya, memang kalau dari stasiun kita, BMKG itu memiliki seismometer atau seismograf yang mendeteksi getaran, getaran kuat," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang kepada detikcom.

    "Nah kebetulan berdasarkan info dari masyarakat bahwa jam 00, sekitar 00.15 sampai 20 menit itu merasakan getaran," lanjutnya.

    Dia menuturkan getaran yang terdeteksi memiliki skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III. Getaran dengan intensitas tersebut tidak tergolong besar, namun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas.

    "Apabila masyarakat itu tidak dalam kondisi sedang tertidur lelap, artinya masih dalam aktivitas itu bisa sangat merasakan. Nah getaran ini mungkin kita sederhanakan ke dalam skala MMI itu, beberapa orang yang sedang beraktivitas merasakan getaran itu," jelasnya.

    Dia menjelaskan getaran tersebut dapat dirasakan dalam bentuk suara yang didengar maupun melalui benda-benda di sekitar. Dia menegaskan getaran itu tidak terlalu besar.

    "Baik itu getaran suara yang didengarkan oleh telinga dan melewati media kaca ya, masyarakat yang mendengarkan itu ya, atau merasakan itu, getaran kaca ya, jadi sekitar 2-3 MMI walaupun getarannya tidak cukup besar," bebernya.

    Dia menambahkan berdasarkan rekaman sinyal seismograf, fenomena tersebut tidak menunjukkan karakteristik gempa bumi yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik.

    "Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, antara gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji ya, karena kita harus melihat lokasinya," imbuhnya.

    Benda Jatuh Diduga Meteor

    Di sisi lain, Andri meminta warga tidak mudah terpengaruh dengan informasi terkait fenomena cahaya dan suara dentuman terjadi. Apalagi menyimpulkan bahwa fenomena itu akibat meteor.

    "Jadi informasi video harus kita cross check lagi di lapangan, jangan termakan info yang tidak benar," katanya.

    Dia menegaskan lokasi dan sumber suara dentuman yang dilaporkan warga belum diketahui. Meski demikian, dia menduga fenomena itu akibat benda langit seperti meteor.

    "Video-video beredar kami belum bisa tau lokasi di mana. Kemungkinan dugaan bisa juga itu meteor benda langit," katanya.

    (hsr/hsr)

    Komentar
    Additional JS