Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Keracunan Kesehatan Makan Bergizi Gratis Rusia Spesial

    Netizen Sesalkan Aksi Pamer MBG di Rusia di Tengah 1.600 Anak Keracunan: Kami Tidak Bersama Prabowo! - Fajar

    4 min read

     

    Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto:Raisan Al Farisi/Antara).

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik seputar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas di media sosial seiiring banyaknya siswa keracunan.

    Seorang netizen, @faridaindriastuti, blak-blakan menyentil momen ketika pemerintah memamerkan program MBG di Rusia, sementara di dalam negeri tercatat 1.600 anak mengalami keracunan makanan dalam tiga hari terakhir.

    Melalui unggahannya, Farida mengkritik keras pemerintah, disertai tagar yang menegaskan sikap tidak bersuara dengan Presiden Prabowo Subianto.

    "Pamer MBG di Rusia, di saat 1.600 anak merenggang nyawa keracunan MBG selama 3 hari ini," ujar Farida, dikutip fajar.co.id, Jumat (4/9/2026).

    "Update data terakhir Kompas 1.600 anak keracunan MBG. Siapa tanggung jawab?," tambahnya.

    Bahkan dalam unggahan yang telah dilihat lebih dari 2 ribu kali dalam waktu lima jam itu ia memberikan penegasan.

    "Kami tidak bersama Prabowo," tukasnya.

    Putin Lebih Tahu Isi Ompreng MBG daripada Prabowo?

    Komentar dari warganet pun membanjiri unggahan tersebut. Akun @rico_ap09 melontarkan sindiran pedas kepada Presiden Prabowo dengan menyebut bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, lebih mengetahui isi program MBG.

    "Aku yakin Putin lebih tau isi ompreng MBG daripada Prabowonya sendiri," tulisnya.

    Komentar ini mendapat balasan dari akun @soentoromieke yang menyebut bahwa informasi tentang MBG di Rusia berasal dari netizen Indonesia yang menandai Putin dan media Rusia.

    "Infonya ya pasti dr netizen RI, tadi ada netizen ngetag ke Putin, media Rusia, sedunia jadi tahu rakyat Indonesia pada benci sama presiden nya," ucap dia.

    Akun @rico_ap09 pun membalas dengan pernyataan bahwa Putin yang merupakan mantan intelijen tidak bisa dibohongi.

    "Putin itu ex Intel, gak bisa boong didepan dia," imbuhnya.

    Keracunan MBG Dianggap Biasa?

    Tidak hanya itu, akun @dewopakde juga menyentil sikap pemerintah yang tidak serius menangani kasus keracunan MBG.

    Ia menyebut bahwa tidak ada satu pun yang dipenjara atas kasus tersebut.

    "Luar biasa bengis hati yang menganggap keracunan MBG itu biasa saja, tidak ada yang dipenjara. Mungkin kalau ada anak yang mati keracunan pun dianggap biasa," tulisnya dengan huruf kapital.

    Ia juga memproyeksikan bahwa angka keracunan nasional per awal September kemungkinan sudah melewati 41 ribu anak.

    "Angka nasional per awal September kemungkinan sudah melewati 41 Ribu anak anak keracunan," imbuhnya.

    Sebelumnya, dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas.

    Tiga daerah di Indonesia melaporkan adanya korban keracunan setelah menyantap menu MBG, dengan total korban mencapai 730 orang.

    Wilayah yang terdampak adalah Sidoarjo (Jawa Timur), Agam (Sumatra Barat), dan Bener Meriah (Aceh).

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengungkapkan bahwa korban terdampak di daerahnya telah mencapai 730 orang.

    Dari jumlah tersebut, 706 orang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

    Sidoarjo: 730 Santri Terdampak, Hanya 24 Masih Dirawat

    Para korban di Sidoarjo merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026).

    Tidak hanya santri, sejumlah sekolah di wilayah tersebut juga melaporkan anak didiknya mengalami gejala keracunan serupa.

    "Saat ini dari total 730 korban, 706 orang sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sisanya masih dalam perawatan intensif," kata dr. Lakhsmie, Kamis (3/9/2026) kemarin.

    Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Korban terdiri dari murid jenjang SD, SMP, SMA, hingga guru.

    Pemerintah daerah setempat telah menghentikan sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.

    "Kami sudah menghentikan sementara distribusi untuk melakukan investigasi lebih lanjut," ungkap salah satu pejabat setempat.

    Bener Meriah: 16 Korban, Gejala Pusing hingga Sesak Napas

    Di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang dilaporkan menjadi korban keracunan MBG pada Rabu (2/9/2026).

    Korban terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah yang dilarikan ke Puskesmas Lampahan.

    Para korban mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, gatal, hingga sedikit kesulitan bernapas setelah menyantap menu MBG. Hingga kini, mereka masih menjalani perawatan di puskesmas setempat.

    Para korban di ketiga daerah tersebut mengalami gejala yang beragam, mulai dari pusing, mual, gatal-gatal, hingga kesulitan bernapas.

    Pemerintah daerah masing-masing masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan dan memastikan keamanan program MBG ke depan.

    (Muhsin/fajar)

    Komentar
    Additional JS