Orangutan yang Pingsan Terpapar Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Akhirnya Mati -, Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340002/original/062768900_1788442451-orangutan.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Orangutan bernama Sempurna yang sebelumnya ditemukan pingsan usai mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan di Ketapang, Kalbar, akhirnya mati. Kabar kematian Sempurna dibenarkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar.
Dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026), Kepala BKSDA Kalbar Murlan Dameria Pane menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna serta mengapresiasi respons masyarakat yang telah melaporkan keberadaan satwa tersebut, setelah upaya penyelamatan dilakukan pada 30 Agustus 2026.
"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan," ujarnya.
Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya. Namun sayang, nyawanya tak tertolong.
Kronologi Penemuan Sempurna
Murlan mengatakan, Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.
Sempurna pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan upaya penyelamatan.
Tim kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena sebelum Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.