Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured PDIP Spesial

    PDIP Dorong Parlemen Cuma Diisi 5 Parpol, PT di Atas 5 Persen Jadi Opsi -

    14 min read

     

    Minggu, 20 September 2026 - 17:50 WIB

    Share

    Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

    Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    + Gabung

    KecilBesar

    Wacana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) kembali mengemuka dalam pembahasan perubahan Undang-Undang Pemilu. PDIP menilai parlemen idealnya hanya diisi sekitar lima hingga tujuh partai politik.

    Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan jumlah tersebut dinilai dapat membuat kerja parlemen lebih efektif. Karena itu, ia membuka opsi penerapan PT di kisaran 5-7 persen.

    "Menurut saya jumlah fraksi yang ideal di DPR cukup 5-7 parpol. Untuk itu memang PT di atas 4 persen memang sangat penting. Soal berapa sebaiknya jumlah PT, saya kira bisa disimulasikan, antara 5-7 persen sebagaimana yang sudah diusulkan oleh beberapa partai politik," tutur Andreas kepada inilah.com, Minggu (20/9/2026).

    Menurut Andreas, jumlah partai yang lebih sedikit di parlemen akan berpengaruh terhadap efektivitas proses pengambilan keputusan di DPR. Selain itu, setiap fraksi juga dinilai akan memiliki jumlah anggota yang lebih memadai untuk menjalankan tugas di berbagai alat kelengkapan dewan (AKD).

    "Dan juga jumlah anggota di setiap fraksi akan cukup untuk memenuhi penugasan-penugasan di Alat Kelengkapan DPR (AKD)," ujarnya.

    Andreas menilai keberadaan fraksi dengan jumlah anggota yang terlalu kecil dapat menimbulkan persoalan dalam pembagian tugas. Seorang anggota DPR, kata dia, bisa harus ditempatkan di terlalu banyak AKD.

    "Sehingga faktor kehadiran seringkali hanya formalitas dengan tanda tangan," katanya.

    PAN Tolak PT di Atas 4 Persen

    Wacana kenaikan PT ini mencuat bersamaan dengan pembahasan perubahan UU Pemilu. Sejumlah partai di DPR telah menyampaikan pandangan mengenai besaran ambang batas parlemen, termasuk usulan 5 persen.

    Namun, tidak semua partai sepakat dengan kenaikan tersebut. PAN menyatakan keberatan apabila PT dinaikkan di atas 4 persen.

    Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan kenaikan ambang batas berpotensi membuat semakin banyak suara sah pemilih tidak terkonversi menjadi kursi DPR. Menurut dia, ketentuan baru juga perlu memperhatikan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 116/PUU-XXI/2023.

    "Sikap PAN bukan karena khawatir tidak lolos mendapatkan kursi DPR RI, karena sejak Pemilu 1999 sampai 2024 PAN terbukti selalu lolos ke Senayan," ujar Viva dalam keterangannya, Kamis.

    Dalam Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023, MK menyatakan ketentuan PT 4 persen tetap berlaku untuk Pemilu DPR 2024. Namun, untuk Pemilu 2029 dan pemilu berikutnya, ketentuan tersebut dinyatakan konstitusional bersyarat sepanjang pembentuk undang-undang melakukan perubahan terhadap norma serta besaran ambang batas dengan berpedoman pada sejumlah persyaratan yang ditentukan MK.

    Dengan demikian, besaran PT untuk Pemilu 2029 masih menjadi bagian dari pembahasan pembentuk undang-undang. Perdebatan kini mengerucut pada dua kepentingan, yakni penyederhanaan jumlah partai di parlemen dan keterwakilan suara pemilih dalam perolehan kursi DPR.

    000

    0 suka

    0 bookmark

    Google

    Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

    Tambahkan Sekarang

    Topik

    Share

    BERITA TERKAIT

    BERITA TERKINI

    • Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutannya dalam peresmian 218 jembatan bailey, aramco, dan perintis di seluruh Indonesia secara virtual, Jakarta, Senin (9/3/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)


    • Profil BTR Alice, Maureen Gabriella Stephany (Foto: Instagram / btr_alicee)


    • Jose Mourinho mengkritik wasit dan VAR setelah Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid. Ia menilai Atletico seharusnya mendapat dua kartu merah. (Foto: BBC)


    • Legenda sepak bola Ponaryo Astaman berharap Timnas Indonesia tampil dengan kekuatan penuh untuk membuktikan kualitas di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Antara)


    • Legenda sepak bola Timnas Indonesia Ponaryo Astaman (kanan) dan Kurniawan Dwi Yulianto (kiri), bersama legenda Timnas Malaysia Safiq Rahim (kedua kiri) dan legenda Timnas Singapura Baihakki Khaizan (kedua kanan), memperkenalkan trofi FIFA ASEAN CUP 2026 pada Trophy Tour FIFA ASEAN CUP 2026 di Sarinah, Jakarta, Minggu (20/9/2026). (Foto: Antara)


    Komentar
    Additional JS