Sosial Media
Opsi Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dubes Palestina Featured Gontor Palestina Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo: Palestina Dibantai dan Dibom, Kita Seolah Kurang Berdaya untuk Membantu - Kompas

    4 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku teringat dengan kondisi Palestina yang terus-terusan diserang, tetapi Indonesia dan negara-negara lainnya seolah tidak bisa berbuat apa-apa.

    Prabowo mengatakan, hal itulah yang mebuatnya spontan meneriakkan "Free Palestine" saat berpidato acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

    "Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," ujar Prabowo, Sabtu.

    Baca juga: Prabowo Teriakkan Free Palestine, Langsung Dipeluk Dubes Palestina

    Prabowo kemudian mengatakan, kondisi yang terjadi di Palestina seharusnya mendorong Indonesia untuk belajar sungguh-sungguh dan membangun bangsa yang kuat.

    Prabowo Bertemu Wakil PM Malaysia, Terima Bantuan untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

    Menurut dia, kekuatan Indonesia diperlukan agar dapat membantu masyarakat yang mengalami penindasan.

    "Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi Saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini, ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun Bangsa Indonesia yang kuat," tutur Prabowo.

    Baca juga: Prabowo Puji Pimpinan Gontor Tak Banyak Sapa Tamu Yang Terhormat Saat Pidato

    Prabowo menilai bangsa yang tidak memiliki kekuatan akan mudah diinjak-injak oleh bangsa lain.

    Oleh karena itu, dia meminta generasi penerus untuk belajar dari sejarah dan berani melihat kelemahan Indonesia.

    Prabowo lantas menyinggung kecenderungan masyarakat yang lebih sering membicarakan kehebatan, dibandingkan mengakui kekurangan sendiri.

    "Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita, gampang untuk kita bicara dengan hebat, sulit untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri," ujar Prabowo.

    Dia berharap para ulama, ustaz, dan pendidik dapat mendorong generasi penerus untuk berani belajar dari kelemahan tersebut.

    Baca juga: Momen Prabowo Cium Al Quran Hadiah dari Pimpinan Ponpes Gontor

    Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami penjajahan, sebuah kenyataan pahit yang harus dijadikan pelajaran.

    "Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapapun. Kita harus kuat!" tegas Prabowo.

    Menurut Prabowo, kekuatan tersebut juga dibutuhkan agar Indonesia dapat membantu masyarakat yang mengalami penindasan.

    "Karena kita, dengan kekuatan kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita bisa membantu Saudara-saudara?" kata Prabowo.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Prabowo Turuti Permintaan Pramono, Danantara Akan Danai Proyek Lanjutan LRT Jakarta

    Komentar
    Additional JS